Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Benarkah Bisnis Asuransi Terkesan Penipuan?

bisnis asuransi
Bisnis Asuransi

Tidak sedikit kita mendengar banyak masyarakat yang mengambil sikap berlebihan saat berbicara tentang bisnis asuransi. Yang lebih parahnya lagi malah dianggap bisnis ini berbau penipuan. Tentu, tidak ada asap jika tidak ada api.

Secara harfiahnya, yang namanya asuransi tentu tidak terlepas dari agen dimana profesi ini memberi pemahaman tentang pentingnya berasuransi. Sayangnya, di lapangan malah terjadi salah kaprah yang lebih diakibatkan kurangnya pengetahuan si agen dalam menjual segala produk asuransi. Orientasi pada bonus atau keuntungan besar membuat mereka mengambil sikap untuk mengabaikan edukasi secara dalam terhadap nasabah.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi saat klaim nasabah tidak dibayar oleh perusahaan asuransi. Jika dilihat sekilas, sepertinya ini merupakan tindakan ilegal mengingat hak seorang nasabah untuk mendapatkan sejumlah pengganti diakibatkan sakit atau musibah lainnya. Padahal, di beberapa polis asuransi sangat banyak poin poin yang memberi pengecualian terhadap berbagai kasus yang sayangnya banyak tak dijelaskan oleh si agen.

Akibatnya apa? Anggapan jika bisnis asuransi adalah penipuan langsung diberikan tanpa mau tahu tentang sistem atau bagaimana cara kerjanya.

Kasus lainnya yang menyebabkan pandangan negatif dari masyarakat adalah tidak menjual produk yang dibutuhkan oleh nasabah. Biasanya asuransi jiwa kerap menemui kondisi seperti ini dimana pihak agen memaksa untuk mengikut sertakan anak dalam produk tersebut. Padahal, kita tahu jika jenis asuransi ini hanya diperlukan oleh mereka yang dianggap tulang punggung sehingga anggota keluarga lainnya benar benar tergantung padanya.

Kejadian seperti membuat produk asuransi yang dijual salah target sehingga pada akhirnya nanti si nasabah hanya mengeluarkan uang tanpa ada keuntungannya.

Kemudian, janji uang kembali yang selalu menjadi senjata utama pihak agen dalam menjual produk asuransi. Perlu diketahui untuk mendapatkan ‘uang kembali’ tersebut seorang nasabah harus melalui syarat, kondisi serta ketentuan yang diberlakukan oleh pihak asuransi agar tidak hangus.

Nah, perbedaan lapangan dengan di atas kertas atau dalam hal ini pihak agen dengan isi asuransi sebenarnya inilah yang akhirnya membuat bisnis asuransi dianggap penipuan. Untuk itu, alangkah baiknya jika pihak agen memberi penjelasan secara rinci dan detail tentang hak dan kewajiban nasabah. Agar kedepannya, tidak lagi ditemukan permasalahan yang selalu sama di setiap kasus.

Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.