<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Psw&#039;s Weblog &#187; Kuliner</title>
	<atom:link href="http://www.edipsw.com/category/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edipsw.com</link>
	<description>Merangkai kata tentang sisi lain hidup dan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 07:37:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Soto Madura Asli Tapak Siring</title>
		<link>http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 12:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[soto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Disamping dikenal dengan kerapan sapinya, ternyata Madura juga mempunyai makanan khas yaitu Soto Madura. Cita rasanya yang memang khas membuat Soto Madura ini dikenal di mana-mana. Di Surabaya, makanan khas pulau penghasil garam terbesar di Indonesia ini, bisa dijumpai di Tapak Siring. Ditempuh sekitar 5 menit dari Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya, atau ke arah selatan dari Stadion Tambaksari Surabaya. Di depannya terpampang spanduk bertuliskan Soto Madura Asli Tapak Siring. Dalam penyajiannya, soto tidak langsung dicampur bersama nasi dalam sebuah mangkok seperti soto kebanyakan, melainkan diletakkan dalam sebuah mangkok tersendiri. Sedangkan nasi diletakkan dalam sebuah piring secara terpisah. Di tiap-tiap meja sudah tersedia sambal, kecap, jeruk nipis, dan perlengkapan makan lain seperti tissue, dan tusuk gigi. Tidak ketinggalan, kerupuk juga ada di sana. Penyajian soto kali ini berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, saat saya pertama kali datang ke sini. Saat itu, nasi dibungkus menggunakan daun pisang sebesar kepalan tangan orang dewasa. Tiap-tiap meja sudah disediakan beberapa bungkus nasi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Disamping dikenal dengan kerapan sapinya, ternyata Madura juga mempunyai makanan khas yaitu Soto Madura. Cita rasanya yang memang khas membuat Soto Madura ini dikenal di mana-mana.</p>
<p><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/07/soto-madura002.jpg" title="soto-madura002.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/07/soto-madura002.thumbnail.jpg" alt="Warung tampak dari depan" align="left" /></a><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/07/soto-madura001.jpg" title="soto-madura001.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/07/soto-madura001.thumbnail.jpg" alt="Satu porsi Soto Madura" align="left" hspace="10" /></a></p>
<p align="justify">Di Surabaya, makanan khas pulau penghasil garam terbesar di Indonesia ini, bisa dijumpai di Tapak Siring. Ditempuh sekitar 5 menit dari Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya, atau ke arah selatan dari Stadion Tambaksari Surabaya. Di depannya terpampang spanduk bertuliskan Soto Madura Asli Tapak Siring.</p>
<p align="justify">Dalam penyajiannya, soto tidak langsung dicampur bersama nasi dalam sebuah mangkok seperti soto kebanyakan, melainkan diletakkan dalam sebuah mangkok tersendiri. Sedangkan nasi diletakkan dalam sebuah piring secara terpisah. Di tiap-tiap meja sudah tersedia sambal, kecap, jeruk nipis, dan perlengkapan makan lain seperti tissue, dan tusuk gigi. Tidak ketinggalan, kerupuk juga ada di sana.<span id="more-187"></span></p>
<p align="justify">Penyajian soto kali ini berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, saat saya pertama kali datang ke sini. Saat itu, nasi dibungkus menggunakan daun pisang sebesar kepalan tangan orang dewasa. Tiap-tiap meja sudah disediakan beberapa bungkus nasi dan kita tinggal mengambilnya sesuai dengan yang kita inginkan.</p>
<p align="justify">Namun demikian, cita rasa Soto Madura Asli Tapak Siring ini masih tetap sama dengan beberapa tahun yang lalu.</p>
<p align="justify">Harga satu porsi Soto Madura Asli Tapak Siring adalah Rp 13.500,-. Terdiri dari soto madura Rp 10.000,- per mangkok, nasi Rp 1.500,- per piring, dan Es Teh Rp 2.000,- per gelas. Harga yang dipatok sesuai dengan cita rasa yang disajikan. Benar-benar lezat.</p>
<h3 style="padding:0px; margin:30px 0px 5px 0px;">Kata kunci yang masuk:</h3><div style="text-align:justify; line-height:16px;"><a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/" title="harga sate madura asli">harga sate madura asli</a> (3), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/" title="desain spanduk sate madura">desain spanduk sate madura</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/" title="jual soto madura di bandung">jual soto madura di bandung</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/" title="soto madura bdg dimana yg enak">soto madura bdg dimana yg enak</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/" title="tapak siring">tapak siring</a> (1)</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/kegiatan/soto-madura-asli-tapak-siring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belanja di Pasar Seni Sukawati</title>
		<link>http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 03:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seni]]></category>
		<category><![CDATA[sukawati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Bali seakan tidak pernah habis untuk dibicarakan. Kesenian dan pesona alamnya seakan tidak pernah luntur ditelan zaman. Wisatawan, baik lokal maupun mancanegera, seakan tidak pernah puas untuk datang kembali ke pulau dewata ini. Tempat yang biasa dijadikan pilihan wisatawan untuk membeli oleh-oleh dari Bali, salah satunya adalah Pasar Seni Sukawati. Dimana Pasar Seni Sukawati ini terletak di Daerah Tingkat II Gianyar, yang terkenal dengan keseniannya. Berbagai jenis kerajinan ada di sana, mulai dari kaos khas Bali, patung, lukisan, sprei, bisa didapatkan dengan harga yang murah. Harga yang ditawarkan biasanya tinggi, tapi masih bisa ditawar lagi. Tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli. Nah, di sini dibutuhkan keberanian dan kesabaran untuk tawar menawar harga, agar bisa mendapatkan barang dengan harga yang paling murah. Sebagai gambaran, saat saya menanyakan harga kaos oblong khas Bali (warna), penjual mengatakan Rp 45.000,- per potong, sedangkan kaos oblong khas Bali (putih) harganya Rp 35.000,-. Setelah melalui proses tawar-menawar yang alot, mulai dari tawaran sepuluh ribu, dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bali seakan tidak pernah habis untuk dibicarakan. Kesenian dan pesona alamnya seakan tidak pernah luntur ditelan zaman. Wisatawan, baik lokal maupun mancanegera, seakan tidak pernah puas untuk datang kembali ke pulau dewata ini.</p>
<p align="justify">Tempat yang biasa dijadikan pilihan wisatawan untuk membeli oleh-oleh dari Bali, salah satunya adalah <strong>Pasar Seni Sukawati</strong>. Dimana Pasar Seni Sukawati ini terletak di <strong>Daerah Tingkat II Gianyar</strong>, yang terkenal dengan keseniannya. Berbagai jenis kerajinan ada di sana, mulai dari kaos khas Bali, patung, lukisan, sprei, bisa didapatkan dengan harga yang murah.</p>
<p align="justify">Harga yang ditawarkan biasanya tinggi, tapi masih bisa ditawar lagi. Tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli. Nah, di sini dibutuhkan keberanian dan kesabaran untuk tawar menawar harga,  agar bisa mendapatkan barang dengan harga yang paling murah. Sebagai gambaran, saat saya menanyakan harga kaos oblong khas Bali (warna), penjual mengatakan Rp 45.000,- per potong, sedangkan kaos oblong khas Bali (putih) harganya Rp 35.000,-.<span id="more-185"></span></p>
<p align="justify">Setelah melalui proses tawar-menawar yang alot, mulai dari tawaran sepuluh ribu, dua belas ribu, empat belas ribu, akhirnya kaos oblong khas Bali (warna) tadi, diberikan hanya dengan harga Rp 15.000,- saja. Kaos oblong khas Bali (putih) pun akhirnya diserahkan hanya dengan harga Rp 10.000,- saja.</p>
<p align="justify">Tapi, saya tidak tahu apakah harga yang saya tawar tadi adalah harga yang paling rendah atau sebenarnya masih bisa ditawar lagi, saya tidak tahu. Yang jelas, menurut saya, harga <em>segitu</em> sudah cukup murah untuk wilayah Bali, apalagi Bali merupakan kawasan wisata internasional.</p>
<p align="justify">Tapi menurut seorang <a href="http://aminhers.wordpress.com/2008/06/19/sleep-honey/" title="aminhers" target="_blank">teman</a>, jika kita bisa bahasa Bali, dan menawar dengan dialog Bali, kita bisa mendapatkan harga yang sangat murah. Barangkali si penjual mengira kita orang Bali asli. Kalau memang begitu, mungkin saya perlu kursus privat bahasa Bali, sehingga kalau tahun depan wisata ke Bali lagi, bisa membawa oleh-oleh dengan harga yang sangat murah.</p>
<p align="justify"><a href="http://www.devari.org/2008/06/24/emotional-bank-account/" title="Made" target="_blank">Devari</a>, yang memang orang Bali asli, atau <a href="http://efinurhandari.wordpress.com/2008/06/10/my-lovely-angels/" title="Efi Nurhandari" target="_blank">Efi</a>, orang Nganjuk yang tinggal di Bali, mungkin bisa membantu saya untuk belajar bahasa Bali. <em>Hehehe</em>…</p>
<p align="justify">Ada satu hal menarik yang tidak boleh dilewatkan di Pasar Seni Sukawati ini. Para perempuan penjual kerajinan di Pasar Seni Sukawati, biasanya selalu mengenakan selendang tipis yang diikatkan di pinggangnya. Konon, kita bisa mengenali status perkawinan mereka hanya dengan melihat ikatan selendang yang ada di pinggangnya itu.</p>
<p><a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9587184&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009587184.jpg" border="0" /></a> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9587195&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009587195.jpg" border="0" /></a> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9587207&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009587207.jpg" border="0" /></a></p>
<p>Keterangan Foto :<br />
<em> 1.	Gapura yang merupakan pintu gerbang Pasar Seni Sukawati tampak dari halaman parkir<br />
2.	Perempuan yang mengenakan selendang dengan simpul di depan sebagai tanda masih belum menikah<br />
3.	Salah satu penjual kerajinan sedang merapikan barang dagangannya</em></p>
<p align="justify">Selendang yang simpulnya di depan, berarti dia masih gadis. Selendang yang simpulnya ada di samping, berarti dia sudah menikah. Sedangkan selendang yang simpulnya ada di belakang, berarti dia janda.</p>
<h3 style="padding:0px; margin:30px 0px 5px 0px;">Kata kunci yang masuk:</h3><div style="text-align:justify; line-height:16px;"><a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar sukowati">pasar sukowati</a> (97), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar seni sukawati">pasar seni sukawati</a> (39), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar sukowati bali">pasar sukowati bali</a> (21), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar seni sukowati">pasar seni sukowati</a> (20), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar seni sukowati bali">pasar seni sukowati bali</a> (14), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar seni sukawati 2">pasar seni sukawati 2</a> (4), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar seni sukawati bali">pasar seni sukawati bali</a> (4), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="pasar sukowati di bali">pasar sukowati di bali</a> (4), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="logo smk ky ageng giri">logo smk ky ageng giri</a> (3), <a href="http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/" title="harga di pasar sukowati">harga di pasar sukowati</a> (2)</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/wisata/belanja-di-pasar-seni-sukawati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunggu Sunset di Kuta Bali</title>
		<link>http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 01:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[kuta]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>
		<category><![CDATA[turis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Sejak saat itu hatiku tak mampu Membayangkan rasa di antara kita Di Kuta Bali kau genggam erat tanganku Menatap mentari yang tenggelam By : Andree Hehanusa Demikian sebait lagu yang dikumandangkan oleh Andre Hehanusa tentang gambaran indahnya pantai Kuta Bali. Sore itu rombongan Tour Bali 2008 dari SMA Negeri 11 Surabaya tiba di Sentral Parkir, sekitar 2 kilometer dari Pantai Kuta. Kelima bus pariwisata hanya bisa mengantar sampai di Sentral Parkir itu, karena memang semua kendaraan pariwisata maupun kendaraan pribadi dilarang memasuki area Pantai Kuta. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan naik angkutan umum menuju pantai dengan membayar Rp 3.000,- per orang. Karena jarak antara Sentral Parkir dan Pantai Kuta tidak terlalu jauh, maka dalam waktu hanya beberapa menit saja sampailah kami ke tempat tujuan. Hamparan pasir putih yang luas terbentang dari utara sampai selatan. Pancaran sinar matahari sore itu yang tidak terlalu menyengat, gelombang kecil yang mengalir dari tengah laut ke tepi pantai, membuat semakin indahnya pemandaangan alam itu. Dari kejauhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/kuta-bali-2008-thm.jpg" title="kuta-bali-2008-thm.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/kuta-bali-2008-thm.jpg" alt="Sunset di Kuta Bali" align="right" hspace="10" /></a><em>Sejak saat itu hatiku tak mampu<br />
Membayangkan rasa di antara kita<br />
Di Kuta Bali kau genggam erat tanganku<br />
Menatap mentari yang tenggelam</em><br />
<b>By : Andree Hehanusa</b></p>
<p>Demikian sebait lagu yang dikumandangkan oleh Andre Hehanusa tentang gambaran indahnya pantai Kuta Bali.</p>
<p align="justify">Sore itu rombongan Tour Bali 2008 dari SMA Negeri 11 Surabaya tiba di Sentral Parkir, sekitar 2 kilometer dari Pantai Kuta. Kelima bus pariwisata hanya bisa mengantar sampai di Sentral Parkir itu, karena memang semua kendaraan pariwisata maupun kendaraan pribadi dilarang memasuki area Pantai Kuta. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan naik angkutan umum menuju pantai dengan membayar Rp 3.000,- per orang. Karena jarak antara Sentral Parkir dan Pantai Kuta tidak terlalu jauh, maka dalam waktu hanya beberapa menit saja sampailah kami ke tempat tujuan.<span id="more-170"></span></p>
<p align="justify">Hamparan pasir putih yang luas terbentang dari utara sampai selatan. Pancaran sinar matahari sore itu yang tidak terlalu menyengat, gelombang kecil yang mengalir dari tengah laut ke tepi pantai, membuat semakin indahnya pemandaangan alam itu. Dari kejauhan terlihat banyak turis mancanegara yang sedang berjemur, hanya mengenakan bikini tipis untuk menutupi tubuhnya. Tidak merasa canggung, tidak merasa malu, seakan-akan sudah menjadi bagian dari hidup mereka.</p>
<p align="left"> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9004438&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009004438.jpg" border="0" /></a> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9004442&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009004442.jpg" border="0" /></a> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9004444&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009004444.jpg" border="0" /></a></p>
<p align="left"> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9004445&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009004445.jpg" border="0" /></a> <a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=9004446&amp;owner=edipsw" target="_blank"><img src="http://www.shareapic.net/preview3/009004446.jpg" border="0" /></a></p>
<p align="justify">Saya bersama seorang teman menyusuri pantai dari selatan menuju utara. Terlihat beberapa orang sedang asyik bermain ombak. Di bagian utara ini, terlihat semakin banyak turis yang sedang berjemur di bawah terik matahari. Kami duduk di hamparan pasir putih sambil melihat matahari yang semakin condong ke barat. Sunset yang ditunggu-tunggu hampir tiba. Kamera HP Nokia 6275 saya siapkan dan tinggal jepret. Tapi sayang seribu sayang, awan tebal menghalangi sinar matahari. Pemandangan sunset sore itu tidak seperti yang diharapkan.</p>
<h3 style="padding:0px; margin:30px 0px 5px 0px;">Kata kunci yang masuk:</h3><div style="text-align:justify; line-height:16px;"><a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="edit sunset di pantai dengan photoshop">edit sunset di pantai dengan photoshop</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="kemana di kuta">kemana di kuta</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="kendaraan umum dari kuta ke pantai jimbaran">kendaraan umum dari kuta ke pantai jimbaran</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="Lagu di pante bali hehanusa">Lagu di pante bali hehanusa</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="sunset di kuta">sunset di kuta</a> (1), <a href="http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/" title="transportasi menuju pantai kuta bali">transportasi menuju pantai kuta bali</a> (1)</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/kegiatan/menunggu-sunset-di-kuta-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertemu Yuni Shara di FJB 2008</title>
		<link>http://www.edipsw.com/kegiatan/bertemu-yuni-shara-di-fjb-2008/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/kegiatan/bertemu-yuni-shara-di-fjb-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 13:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bango]]></category>
		<category><![CDATA[brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[reog]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Warga Surabaya dan sekitarnya, Sabtu (10/5) kemarin dimanjakan dengan beraneka macam makanan yang digelar dalam acara Festival Jajanan Bango 2008. Acara yang diadakan di Stadion Brawijaya Surabaya ini digelar sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-80 kecap Bango. Sekitar 40-an stan digelar dengan suguhan makanan khas seperti Tengkleng Ibu Edi Solo, Kikil Sapi Pak Said, Sate Buntel Karmen 29, Rawon Nguling, Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin, Tahu Tek Cak Nan, Coto Makassar Daeng Muchtar, Soto Balap Pak Gendut, Sate Buntel Karmen, dan berbagai macam masakan khas lain. Acara yang dibuka pada jam 10.00 – 23.00 WIB itu mendapat sambutan hangat warga Surabaya dan sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya kendaraan yang menuju ke arah sana sehingga sempat membuat kemacetan lalu lintas. Pengunjung dari arah Mayjen Sungkono yang biasanya bisa langsung belok kanan menuju ke arah Stadion, terpaksa harus berputar dulu untuk menghindari kemacetan ini. Saya yang saat itu datang sekitar jam 16.00 WIB, langsung masuk ke stadion yang kebetulan tidak dipungut biaya alias gratis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/tumpeng-fjb2008.jpg" title="tumpeng-fjb2008.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/tumpeng-fjb2008.jpg" alt="Tumpeng Ulang Tahun ke 80 Kecap Bango" align="left" hspace="10" /></a>Warga Surabaya dan sekitarnya, Sabtu (10/5) kemarin dimanjakan dengan beraneka macam makanan yang digelar dalam acara Festival Jajanan Bango 2008. Acara yang diadakan di Stadion Brawijaya Surabaya ini digelar sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-80 kecap Bango. Sekitar 40-an stan digelar dengan suguhan makanan khas seperti Tengkleng Ibu Edi Solo, Kikil Sapi Pak Said, Sate Buntel Karmen 29, Rawon Nguling, Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin, Tahu Tek Cak Nan, Coto Makassar Daeng Muchtar, Soto Balap Pak Gendut, Sate Buntel Karmen, dan berbagai macam masakan khas lain.</p>
<p align="justify">Acara yang dibuka pada jam 10.00 – 23.00 WIB itu mendapat sambutan hangat warga Surabaya dan sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya kendaraan yang menuju ke arah sana sehingga sempat membuat kemacetan lalu lintas. Pengunjung dari arah Mayjen Sungkono yang biasanya bisa langsung belok kanan menuju ke arah Stadion, terpaksa harus berputar dulu untuk menghindari kemacetan ini.<span id="more-163"></span></p>
<p align="justify">Saya yang saat itu datang sekitar jam 16.00 WIB, langsung masuk ke stadion yang kebetulan tidak dipungut biaya alias gratis itu. Dari jauh terdengar sayup-sayup suara gamelan Reog Ponorogo. Di dalam stadion, saya melihat kerumunan pengunjung tepatnya di sebelah utara pintu masuk stan. Merasa penasaran, saya langsung bergegas menuju ke sana. Saya berusaha untuk menerobos rapatnya kerumunan pengunjung. Dengan sedikit menjulurkan kepala, saya berusaha melihat apa gerangan yang menjadi kerumunan itu. Ternyata ada seorang artis cantik yang mungkin sudah tidak asing lagi, yang mempunyai suara melo dan berparas imut, sedang syuting. Siapa lagi kalau bukan Yuni Shara.</p>
<p><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/yuni-shara-di-fjb2008.jpg" title="yuni-shara-di-fjb2008.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/yuni-shara-di-fjb2008.jpg" alt="Yuni Shara saat syuting di FJB 2008 Surabaya" /></a></p>
<p align="justify">Saya berusaha untuk mencari timing yang tepat untuk mengambil foto Yuni Shara. Kamera HP Nokia 6275 selalu dalam posisi siap bidik. Tapi karena ketatnya penjagaan, saya hanya bisa mengambil foto dari jarak sekitar 8 meter, itupun hanya dari arah samping. Beberapa saat kemudian setelah syuting selesai, Yuni Shara masuk ke mobil mewah berwarna putih yang sejak tadi menunggunya. Tak lama kemudian mobil berjalan pelan menjauhi lokasi dan pergi meninggalkan area festival.</p>
<p><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/stan-fjb-2008.jpg" title="stan-fjb-2008.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/05/stan-fjb-2008.jpg" alt="Salah satu stan di FJB 2008" /></a></p>
<p align="justify">Saya berjalan mengelilingi area stan FJB untuk melihat-lihat daftar menu makanan yang dipajang di setiap stan. Menarik memang, berbagai makanan khas bisa dijumpai di sana. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal dan bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/kegiatan/bertemu-yuni-shara-di-fjb-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

