<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Psw&#039;s Weblog &#187; Outbound</title>
	<atom:link href="http://www.edipsw.com/category/outbound/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edipsw.com</link>
	<description>Merangkai kata tentang sisi lain hidup dan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Feb 2012 06:05:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Pemahaman Konsep Siap Pakai</title>
		<link>http://www.edipsw.com/opini/pemahaman-konsep-siap-pakai/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/opini/pemahaman-konsep-siap-pakai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 01:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Outbound]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[lulusan]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siap pakai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan saya terdahulu yang bisa dibaca di sini telah saya uraikan tentang Tujuan Pendidikan dan pengertian dari Siap Pakai. Juga telah saya gambarkan tentang struktur Siap Pakai yang meliputi Siap Pakai Ketrampilan dan Siap Pakai Mental. Dimana Siap Pakai Ketrampilan terdiri dari Siap Pakai Teori dan Siap Pakai Praktek. Sedangkan Siap Pakai Mental terdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pada postingan saya terdahulu yang bisa dibaca <a href="http://edipsw.com/?p=115" title="Apakah Tujuan Pendidikan?" target="_blank">di sini</a> telah saya uraikan tentang Tujuan Pendidikan dan pengertian dari Siap Pakai. Juga telah saya gambarkan tentang struktur Siap Pakai yang meliputi Siap Pakai Ketrampilan dan Siap Pakai Mental. Dimana Siap Pakai Ketrampilan terdiri dari Siap Pakai Teori dan Siap Pakai Praktek. Sedangkan Siap Pakai Mental terdiri dari Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Lingkungan, Membangun Impian, dan Mampu Bersosialisasi.</p>
<p align="justify">Di beberapa lembaga pendidikan yang pernah saya kunjungi banyak yang mencanangkan tentang program siap pakai, dimana para lulusan dari lembaga pendidikan tersebut diharapkan menjadi tenaga yang siap pakai. Begitu lulus mereka diharapkan bisa langsung mendapatkan pekerjaan. Tapi kenyataannya jauh berbeda. Ternyata masih banyak juga para lulusan yang masih menganggur. Mereka gagal bukan karena siapa-siapa tapi karena mereka sendiri. Mereka kurang memahami tentang konsep siap pakai yang diajarkan. Seperti halnya memancing. Orang memancing itu, tentunya ada yang mendapatkan ikan dan ada juga yang tidak mendapatkan apa-apa. Kenapa bisa begitu? Padahal alat yang digunakan sama yaitu pancing dan umpan. Karena orang yang mendapatkan ikan banyak, mereka sangat mengenal ilmu memancing mulai dari mengenali karakteristik pancingnya, mengenali jenis kail yang digunakan bahkan mengenal ikan yang akan dipancing untuk menentukan umpan  yang digunakan. Sedangkan orang yang tidak mendapatkan apa-apa ini kurang memahami tentang ilmu memancing. Mereka hanya sekedar memancing saja. Mereka tidak mengenali jenis umpan yang digunakan untuk memancing. Dan tentu saja hasilnya akan siap-sia saja.<span id="more-134"></span></p>
<p align="justify">Demikian pula tentang konsep Siap Pakai. Banyak kegagalan-kegagalan terjadi karena mereka kurang memahami tentang konsep Siap Pakai. Saya gambarkan lagi tentang struktur dari Siap Pakai seperti di bawah ini :</p>
<p align="justify"> <a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/02/skema-siap-pakai.jpg" title="skema-siap-pakai.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/02/skema-siap-pakai.jpg" alt="skema-siap-pakai.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Dalam hal ini Siap Pakai terdiri dari Siap Pakai Ketrampilan dan Siap Pakai Mental. Jadi seseorang dapat dikatakan Siap Pakai jika memiliki Siap Pakai Ketrampilan dan Siap Pakai Mental yang seimbang.</p>
<p align="justify">Siap Pakai Ketrampilan identik dengan kata “diperintah” sedangkan Siap Pakai Mental identik dengan kata “memerintah”. Dua kata ini selalu mengiringi kita dimanapun kita berada, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja. Seorang direktur atau manajer cenderung memerintah daripada diperintah. Sedangkan staff cenderung diperintah. Dari sini sudah dapat dilihat bahwa seorang direktur atau manajer memiliki Siap Pakai Mental yang lebih dominan daripada Siap Pakai Ketrampilan. Sedangkan staf yang cenderung diperintah ini memiliki Siap Pakai Ketrampilan yang lebih dominan daripada Siap Pakai Mental</p>
<p align="justify">Inilah yang membedakan antara pendidikan di negara kita dengan pendidikan di negara lain. Pendidikan di negara kita hanya mengedepankan tentang pembinaan ketrampilan sehingga kalaupun menjadi tenaga yang siap pakai hanyalah siap pakai ketrampilan yang dimiliki, sehingga di perusahaan hanya menduduki posisi staff. Sebaliknya dengan pendidikan di luar negeri mengedepankan tentang pendidikan mental sehingga di perusahaan bisa menempati jabatan yang lebih tinggi. Itulah sebabnya kenapa perusahaan-perusahaan besar di negara kita lebih mempercayakan kepada orang-orang dari luar negeri untuk menduduki posisi vital di dalam perusahaan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/opini/pemahaman-konsep-siap-pakai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Tujuan Pendidikan?</title>
		<link>http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/</link>
		<comments>http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 14:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outbound]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edipsw.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan membaca tulisan STR tentang “Guru yang baik adalah guru yang menggaji muridnya : Kuantitas lawan Kualitas” di sini? Pernahkan membaca tulisan Siwi tentang “Sekolah gratis? Emang ada?” di sini?  Dan tentang keberhasilan seorang dosen yang sudah menerapkan tentang pendidikan gratis? Saya merasa terkesan dengan tulisan-tulisan yang merupakan jalan pemikiran mereka. Dan apa yang tertulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pernahkan membaca tulisan <a href="http://orangmuda.com/">STR</a> tentang “Guru yang baik adalah guru yang menggaji muridnya : Kuantitas lawan Kualitas” <a href="http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/">di sini</a>? Pernahkan membaca tulisan <a href="http://chiw.wordpress.com/">Siwi</a> tentang “Sekolah gratis? Emang ada?” <a href="http://chiw.wordpress.com/2008/01/20/sekolah-gratisssemang-ada/">di sini</a>?  Dan tentang keberhasilan seorang dosen yang sudah menerapkan tentang pendidikan gratis? Saya merasa terkesan dengan tulisan-tulisan yang merupakan jalan pemikiran mereka. Dan apa yang tertulis di sana, membuat saya menulis di sini.<o:p></o:p></p>
<p align="justify">Kalau kita berbicara tentang pendidikan, tentunya tidak akan terlepas dari masalah apa sih sebenarnya tujuan pendidikan itu. Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika sudah mempunyai tujuan-tujuan yang jelas dan ditempuh dengan tindakan-tindakan yang jelas pula. Di Indonesia sendiri, dari masalah pendidikan ini akhirnya muncul polemik-polemik yang harus segera dipecahkan. Kalau boleh bicara jujur, sebenarnya pendidikan di Indonesia ini masih dapat dikatakan belum berhasil. Terbukti dengan semakin tingginya angka pengangguran di setiap tahunnya.<span id="more-115"></span></p>
<p align="justify">Tidak terlepas dari masalah pendidikan, saya teringat ketika saya masih menjadi dosen di salah satu Politeknik Komputer swasta yang terletak di wilayah timur Surabaya sekitar 6 tahun silam. Guna meningkatkan SDM, seluruh dosen dan karyawan termasuk saya mendapatkan pelatihan dalam outbound training yang diberikan oleh pimpinan perusahaan bernama Bapak Ir. Rachmat Ardji Wardana. Dari sinilah akhirnya saya mengenal teori tentang konsep siap pakai.</p>
<p align="justify">Kembali ke masalah tujuan pendidikan, dari outbound training tersebut dijelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mendidik peserta didik menjadi tenaga yang siap pakai. Kemudian muncul pertanyaan. Apa sih siap pakai itu? Siap pakai adalah suatu tahapan pencapaian pengertian, kemampuan dan kemauan yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya bisa dilihat  di skema siap pakai seperti di bawah ini :</p>
<p><a href="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/02/skema-siap-pakai.jpg" title="skema-siap-pakai.jpg"><img src="http://edipsw.com/wp-content/uploads/2008/02/skema-siap-pakai.jpg" alt="skema-siap-pakai.jpg" /></a></p>
<p><o:p></o:p><o:p></o:p><o:p></o:p><o:p></o:p><o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p align="justify">Siap Pakai meliputi siap pakai ketrampilan dan siap pakai mental. Siap pakai ketrampilan menentukan 15% dalam keberhasilan kita, sedangkan siap pakai mental menentukan 85% dalam keberhasilan kita. Pendidikan di negara kita hanya mengajarkan siap pakai ketrampilan dan tidak mengajarkan siap pakai mental sehingga tingkat siap pakainya diragukan. Sedangkan kurikulum pendidikan di Indonesia sendiri masih menerapkan warisan leluhur dari peninggalan Belanda yang kebanyakan hanya teori-teori saja</p>
<p align="justify">Karena pembahasan ini masih luas, rencanya akan saya tulis di postingan lain secara terpisah. Selain itu pembahasan akan saya tulis per pokok bahasan agar materi tetap pada fokusnya dan tidak melenceng.</p>
<h3 style="padding:0px; margin:30px 0px 5px 0px;">Kata kunci yang masuk:</h3><div style="text-align:justify; line-height:16px;"><a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="tujuan pendidikan">tujuan pendidikan</a> (1936), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="tujuan pendidikan di indonesia">tujuan pendidikan di indonesia</a> (57), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="pengertian pendidikan">pengertian pendidikan</a> (44), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="pengertian tujuan pendidikan">pengertian tujuan pendidikan</a> (40), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="pengertian pendidikan gratis">pengertian pendidikan gratis</a> (35), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="apa tujuan pendidikan">apa tujuan pendidikan</a> (26), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="tujuan pendidikan adalah">tujuan pendidikan adalah</a> (22), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="tujuan pendidikan gratis">tujuan pendidikan gratis</a> (22), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="manfaat pendidikan gratis">manfaat pendidikan gratis</a> (20), <a href="http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/" title="tujuan dari pendidikan">tujuan dari pendidikan</a> (18)</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edipsw.com/outbound/apakah-tujuan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

