Download! Download Smart Rapor Entry secara gratis

Ajang Cari Teman, Sahabat, Kenalan, dan Pacar di “Restoran Cinta”

Siapapun orangnya pasti suka mempunyai banyak teman atau kenalan, teman yang bisa diajak curhat, teman yang bisa diajak saling berbagi, dan teman yang bisa membuat kita menjadi lebih baik.
Namun ternyata mencari teman itu tidaklah mudah, terutama teman yang benar-benar bisa mengerti kita, dan teman yang bisa diajak dalam keadaan suka dan duka.
Pagi itu HP saya berdering. Dari tampilan nomor yang ada di layar, menandakan bahwa si penelepon ini adalah seseorang yang belum saya kenal. Sayangnya, saat akan saya jawab, tiba-tiba deringnya berhenti.

Beberapa saat kemudian datanglah SMS masuk ke inbox HP saya dengan sapaan “Hay…”. Merasa tidak kenal dengan si pengirim SMS itu, saya pun membalas dengan jawaban “Maaf, dari siapa yach?”. Dugaan saya saat itu ada seorang teman yang iseng kepada saya. Kemudian ada balasan SMS lagi dari si penelepon gelap itu. “Aku Reno, di Surabaya. Boleh tahu mbak namanya siapa?”. Saya kaget, baru kali ini ada orang memanggil saya dengan sebutan “mbak”.

Merasa penasaran, saya balas lagi SMS itu dengan nada bertanya-tanya, “Tahu nomor ini dari siapa?”. Dia pun menjawabnya “Aku dapat dari koran Memorandum. Namanya siapa sih? Mbak sekarang posisinya ada dimana?”.

Bertambah kaget saya membaca SMS itu. Bagaimana bisa nomor HP saya masuk di koran Memorandum. Mengikuti salah satu rubrik di sana pun, saya tidak pernah. Berlangganan koran pun juga tidak pernah saya lakukan.

Aku nggak memasang di koran koq. Memangnya ada apa sih di Memo?”, begitu SMS balasan saya karena memang saya tidak tahu apa-apa.

Nomormu di koran tercantum ada di Restoran Cinta. Iya kan? Eh, namanya koq nggak dikasih tahu sih? Nggak boleh ta?”, begitu balasan si dia lagi. Sedikit tahu kalau dia orang iseng, saya balas dengan jawaban iseng pula “Kalau tahu namaku mau apa? Btw, itu koran kapan sih?”, begitu jawab saya.

Dia tidak membalas SMS itu, namun langsung menelepon saya. HP saya berdering lagi, kali ini agak pelan karena volumenya sengaja saya kecilkan. Saya angkat tetapi saya hanya diam saja. Dari kejauhan sana terdengar suara berat yang menyapa “Halooo…, haloooo…, kenapa koq diam aja?”. Nampaknya dia seorang cowok yang mungkin dia ingin kenalan dengan saya yang dikiranya seorang perempuan.

Saat istirahat saya langsung meluncur menuju agen koran terdekat untuk membeli koran Memorandum untuk membuktikan apakah benar nomor HP saya ada di sana. Beberapa kali saya buka untuk mencari rubrik yang dimaksud. Ternyata rubrik “Restoran Cinta” benar adanya. Rubrik ini berada di halaman 6 dalam koran tersebut.

Di sana tertulis isi SMS dari siapapun yang ingin mencari teman, sahabat, kenalan, atau pacar. Saya periksa satu per satu nomor HP yang ada di rubrik “Restoran Cinta” namun saya tidak menemukan nomor HP saya. Saya ulangi memeriksa sampai tiga kali tetapi tetap saja tidak ada. Saya baru sadar kalau ternyata saya menjadi salah satu korban dari telepon yang salah sambung.

Komentar

76 Comments