Apr 25
Facebook
Twitter
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Berbagai Kecurangan/Kesalahan dalam Unas 2009

Kategori : Kegiatan | Dibaca : 5,965 kali

Ujian Nasional (Unas) SMA sederajat baru saja usai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Unas tahun 2009 ini masih saja diwarnai dengan berbagai kecurangan maupun kesalahan dari berbagai pihak.
Saya yang kebetulan bertugas sebagai Pengawas Ruangan di salah satu sekolah swasta di Surabaya sempat menemukan berbagai kecurangan dan kesalahan tersebut, antara lain :

  • Guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang diujikan menjadi pengawas, misalnya Guru Kimia menjadi pengawas saat mata pelajaran Kimia diujikan. Mestinya tidak boleh, bahkan guru yang bersangkutan tidak diperbolehkan berada di lingkungan sekolah pada saat Mata Pelajaran tersebut diujikan.
  • Ruang ujian dibiarkan terbuka sebelum pelaksanaan Unas dimulai sehingga peserta Unas dengan leluasa keluar-masuk ruangan. Hal ini tidak boleh terjadi, mestinya ruang ujian disterilkan dari peserta ujian.
  • Kepengawasan dari Pengawas Ruangan antara sekolah satu dengan sekolah lain terhadap peserta ujian tidak beragam, ada yang terlalu longgar dan ada yang terlalu ketat.
  • Jumlah paket soal yang diujikan kurang, sehingga harus meminjam paket soal dari ruangan lain. Hal ini sebenarnya tidak boleh dilakukan, karena menurut aturannya paket soal yang lebih tidak boleh dibawa keluar ruangan ujian.
  • Masih sering ditemui peserta ujian yang mencontek jawaban peserta ujian lain. Ini terjadi akibat longgarnya pengawasan dari Pengawas Ruangan.

Dari beberapa kecurangan maupun kesalahan dalam pelaksanaan Unas tersebut, yang paling sering terjadi adalah kecurangan pada peserta ujian, sepert mencari bocoran jawaban, mencontek jawaban peserta lain, dan sebagainya.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa standar kelulusan Unas yang cukup tinggi (rata-rata 5.50) inilah yang menjadi momok peserta ujian melakukan berbagai hal, baik positif maupun negatif dengan tujuan agar peserta ujian bisa lulus Unas. Apalagi jumlah Mata Pelajaran yang diujikan pun bertambah, tentu saja menambah beban berat bagi peserta ujian.


Tentang Penulis :

Edi Psw

Seorang blogger biasa yang selalu memiliki rasa ingin tahu, suka berbagi, selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, bagi dirinya maupun bagi orang lain. Profil selengkapnya »

Jadikan teman di sini :

Bagikan:

Jika suka dengan artikel ini, silakan di-share:

Facebook Twitter Stumbleupon Technorati Delicious

Berlangganan:

Jika ingin mendapatkan update artikel terbaru, masukkan alamat email Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

58 komentar pada “Berbagai Kecurangan/Kesalahan dalam Unas 2009”.

  1. edy
    #1

    apa ada tindakan untuk sekolah yg terbukti melakukan tindakan-tindakan di atas, pak?

  2. meylya
    #2

    semoga sukses UAN 2009 ini

  3. Wongbagoes
    #3

    Memang dilematis pak,..

    Semoga bagi yang mengikuti mendapat hasil terbaik,..

  4. olip
    #4

    wuih… Guru mata pelajaran emang gak boleh berada di lingkungan sekolah.

    Biasanya kan pengawas saling Tukar antar sekolah kalo dlu di sekolahku kaya gt…

    gimana muridnya mo pinter kalo guru mendukung kecurangan siswa ….?

  5. Masenchipz
    #5

    menurutku.. itu guru yang baek.. he..he.. mau menempuh suatu yang justru bisa membuat mereka celaka, hanya untuk membantu anak2nya…. cayoooo… hahahahahah

    UAN taon ini pasti kerasa beraddd buat adik2 yg menempuhnya… standar nilai naek… gak di imbangi ama mutu kualitas pengajaran yg lebih baek…
    lama belajar.. bangun pagi2… nasibnya cuma di tentuin hanya dalam waktu 3 hari… hiksss.. kasian mereka….

  6. reallylife
    #6

    ternyata budaya curang belum bisa hilang ya pak??

  7. News Online
    #7

    Wew..
    Masih byk juga ya..
    Mari kita sama2..
    Saling mengingatkan..
    Agar republik ini semakin baik..
    ..
    Met knal ya pak guru.. ;)

  8. ceznez
    #8

    moga pada lulus semua yang ujian tahun ini… :)

  9. arifudin
    #9

    UNAS sepertinya menjadi sesuatu yang begitu menakutkan em…

  10. denologis
    #10

    dulu, saya UNAS di rumahsakit diawasi 2 pengawas dan 1 polisi. :)

  11. phiy
    #11

    jadi, gunanya pengawas independen tu apa ya? binun..

  12. emfajar
    #12

    kayaknya kecurangan itu udah sulit diberantas karena dilakukan secara berjamaah,, tapi kita tetap berharap kedepannya bisa lebih baik..

  13. annosmile
    #13

    wah..
    kayaknya tradisi mencontek sudah berakar2 disekolah
    dimanfaatkan untuk mengejar target kelulusan

  14. antown
    #14

    iya, kasihan beban peserta ujian juga semakin besar

  15. Rulez
    #15

    saya gak curaang kok paak :( (

  16. Ecko
    #16

    Penetapan angka standar kelulusan seharusnya dibarengi atau malah didahului dengan peningkatan sarana, prasarana dan SDM yang memadai. Bagaimana bisa dapat nil;ai 5.5 kalau sekolahnya masih bocor kalau hujan, atau gurunya sudah berbulan-bulan terlambat menerima gaji?

  17. nice'z
    #17

    hem….. heh… lam kenal smua… semoga semua pihak dapat membaca apa yang aq tuliskan….
    jadi begini…
    unas 2009 ini… saya selaku peserta sangat-sangat merasa ironis terhadap apa yang terjadi dalam berlangsungnya unas 2009 ini…
    memang niai standar naik… dan memang benar tidak dibarengi prasarana SDM yang memadai pada sekolah yang lebih utama… sekolah pedesaan!!!
    buka peta!! liat!!! seberapa besar indonesia???
    meratakah pendudukna? meratakah pendapatanna? fasilitasna? sekolahnya? penunjang belajarna?
    yang merata cuma nilai kelulusanna!!!! tapi adilkah ini???
    walau saya berada di daerah yang memadai… yang sarananya lengkap… tapi saya sangat merasa iba!!!
    ketika ujian.. saya memang liat kanan- liat kiri sambil mengherani dalam hati… tapi tidak bertanya atau nyontek lho….
    aq liat temen q saling bertanya2 jawaban… bahkan beberapa diantaranta ber-sms ria……
    aq baca dibeberapa artikel, kecurangan terjadi… ada sms dari guru… ada jual-beli kunci jawaban!! mungkin itu hanya isu saja… yang sebenernya terjadi….. mereka membuat jaringan sendiri… percaya atau tidak.. tapi ini sejujurnya saya katakan….
    beberapa hari sebelum unas mereka sudah berencana dan saling membuat jaringan… tentunya hanya terdiri dari beberapa anak saja….. sesuai tipe soalnya A/B… yah… ketika unas mereka ber sms tukar jawaban…… dan… juga saling tanya temen2nya…. dan pengawasnya!!!! ya ampun… cuek buanget……. ada temen saya yg HP-nya getar… tapi g’diapa2in… apalagi waktu matematika!!! ya ampun…. mereka saling tanya menanya… dan aq memang lumayan bisa matematika…. selesai ngerjain aq cuma tiduran aja…. temen q tanya ma q cuma q diemin aja…..,… yah… biarlah mereka begitu asalkan aq tidak……
    UNAS ITU NIALAI YANG HARUS DIDAPAT…. LULUS!!!
    TAPI SEBENARNYA BANYAK YANG G’LULUS UJIAN KEJUJURAN DAN MORALITASNYA….
    banyak temen saya menganggap niali itu yang terpenting……dengan apa pun caranya… dan apakah itu yang disebut STANDAR NASIONAL???…
    sungguh sangat disayangkan…. APA ARTI BELAJAR? APA ARTI BERDOA? APA ARTI MOTIVASI DARI SEKOLAH?? APA ARTI RESTU KEDUA ORANG TUA??? APA ARTI NILAI??? APABILA DIDAPATKAN DARI KECURANGAN….
    TUHAN ITU… memberi kita kemampuan yang berbeda… apa salahnya kita terima… kita usahakan menjadi Lebih baik…. dengan jalan belajar….
    inget di film LASKAR PELANGI..
    NAK MAU BERHASIL…USAHA
    NAK MAU PINTAR…BELAJAR
    aeperti pekerja yang diberi jatah gaji sesuai jabatannya… jika mau gaji lebih… tingkatkan prestasi kerja.. raih jabatan setinggi2nya… dengan begitu… dapat gaji yang banyak…
    seperti nilai… kita punya kemampuan yang berbeda… tapi dengn belajar… pasti dapat nilai yang bagus…. kalo curang… kita sama saja dengan para koruptor… g’perlu kita memaki orang… men-demo koruptor… apabila sesungguhnya di diri sendiri melakukan korupsi NILAI…KEJUJURAN…MORAL…AGAMA….
    menurut saya… perlu dibentuk suatu badan,,,,
    seperti KPK!!!
    KPP (KOMISI PEMBERANTASAN PENCONTEKKAN)
    pengwas???? halah….. banyak yang cuma duduk ngobrol….. selama unas g’ada siswa yang ditegur,,,,,,
    jelas2 mereka bertanya…HPnya bergetar…. huh….
    GURU?PENGAWAS?DINAS? ga’ ada yang bener2 bersih… mereka cuma ingin daerahnya lulus dengan QUANTITAS MAKSIMUM DAN QUALITAS MINIMUM……
    ironis…
    makanya…. mari bersama dan munculkan itu…..
    ga’ mungkin memberantas korupsi lewat pemerintah… lewat lembaga hukum…. sulit dilakukan…. ga’ mudah membersihkan kecurangan dengan dinas pendidikan..guru…pengwas…
    tetapi lembaga tersendiri…NETRAL…OBYEKTIF,,,
    KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI)…. AQ SALUT DENGAN KPK….. sebenernya q ingin suatu saat jadi anggota KPK… sungguh……

    DAN SEMOGA NANTINYA DA PIHAK YANG SADAR/…… BISA SAJA NILAI standar kelulusan 7,00
    tapi apa arti itu? kalau cuma nyontek????
    kita butuh KUALITAS SDM yang maju… Bukan QUANTITAS SDM yang penuh kebohongan…….

  18. nice2
    #18

    indonesia… NEGARAKU…. AKU INGIN…
    NEGERIMU…..MULAI MENUMBUHKAN SEMANGAT JATI DIRI….
    BANGGA DENGAN DIRI SENDIRI….
    JUJUR….
    SEMANGAT….
    DINAS……walau saya bukan anak pesantren.. tapi sunngguh… PENDIDIKAN AGAMA ITU PERLU MENJADI MATA EAJARAN YANG UTAMA……..
    TANAMKAN NILAI KEJUJURAN….
    ……………………………..
    ……………………………….
    TINKATKAN SAJA NILAI STANDAR KELULUSAN….
    KALO CUMA BEGITU…
    KERUSAKAN MORAL JUGA MENINGKAT….
    APABILA TIDAK DI DORONG SARANA YANG MEMADAI….
    sekolah di Indonesia ini beragam…..bermacam-macam
    mulai dari pendidikan… fasilitas…. buku… bangunan…. SDM GURU…..
    disatukan dengan UNAS yang seakan menyerupai pancasila!!!!
    tapi ingat…. tapi tolong di ketahui…
    dengan se sadar-sadarnya… saya tahu ini sulit….
    saya yakin ini butuh waktu lama….
    ini tanggung jawab sebagai DINAS PENDIDIKAN… MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN……….
    ga’ada kata mustahil…. UJIAN NASIONAL PENGUKUR NILAI KEMAMPUAN SISWA………
    TAPI KELULUSAN… TERGANTUNG DARI SEKOLAH….
    cara masuk SMP,SMA,PERGURUAN TINGGI,…. metode Tes…
    nilai UNAS UNTUK MENGEJAR BEASISWA SAJA!!!!!
    MUNGKIN RIBET…. tapi beginilah cara yang terbaik….

  19. Monkey D. Agunk
    #19

    Wahh emank ini pak yang bikin bangsa kita hanya mentingkan yang empiris tanpa isi sebenernya dalam diri seseorang, tapi menurut pengalaman saya jugag, kalau waktu NAS tidak melakukan kecurangan pada waktu hasil akhir sangat takut akan ketidak lulusan tapi berkat tekad, usaha, dan doa akhirnya bisa memperoleh nilai cukup bagus walaupun tak seexcellent yang lain tapi ada kebanggaan akhirnya di jiwa karena berani mengerjakan dengan pemikiran diri sendiri, tapi jujur itu sangat susah untuk dilakukan tanpa jiwa yang kuat akan resiko sebelumnya…..

  20. ciwir
    #20

    tahu gitu, saya siap jadi pengawasnya pengawas unas pak… :D

  21. Raffaell
    #21

    Bradewr, rata rata nya masih rendah banget yah

  22. Frenavit Putra
    #22

    Memang cukup memprihatikan juga pak kondisi seperti ini… Semoga lambat laun semakin baik…

  23. anggi
    #23

    Menurut saya UNAS ini “permainan” Diknas belaka jadi anak-anak juga melakukan “permainan” sendiri dan sebenarnya yang berhak menentukan lulus atau tidak adalah pihak sekolah.

  24. pututik
    #24

    wah kok nggak bisa komen ya dari tadi, ada apa gerangan

  25. ridu
    #25

    wah saya ngeliat video amatir di tv dari salah satu Lsm yang merekam tindak kecuranga UN di Medan.. wah ternyata emang yang seperti ini seperti suatu hal yang rutin terjadi di setiap tahun penyelenggaraan un yaa

  26. nelson
    #26

    Saya kurang setuju terhadap Ujian Nasional….
    karena hanya menilai siswa hanya dari kemampuan kognitif saja,bukan dari prestasi serta bakat yang kurang dipertimbangkan.Seharusnya pihak sekolah yang paling tahu Kemampuan siswa untuk lulus tidaknya !!!

  27. genthokelir
    #27

    walah walah kapan kita bisa bebas dari kecurangan tentang ujian yah pak
    eh gimana kabarnya pak hehehe lama baru pulang saya nih

  28. ma6m
    #28

    klo bapak nemuin kecurangan seperti itu, apa yg bapak lakukan sebagai pengawas? (bapak pengawas bukan?)

  29. Suwahadi
    #29

    Terlepas dari kecurangan²,
    Semoga UNAS 2009 mampu menjadikan sebuah pembuktian bahwa pendidikan di Indonesia semakin baik. :)

  30. achmad Sholeh
    #30

    semoga UN manfaatnya lebih banyak untuk kemajuan dunia pendidikan di negeri ini

  31. toim
    #31

    klo tanpa pengawas tp pake cctv aja gmn pak? ;)

  32. achoey
    #32

    Ada dagelan saat UN
    Tapi ada juga kesungguhan
    Ada kebohongan saat UN
    Tapi ada juga kejujuran

    :)

  33. Pertanyaan
    #33

    ini komenq yang ketiga, kok error terus, kenapa nih

  34. aNGga Labyrinthâ„¢
    #34

    Semoga sekarang bisa masuk (dari tadi komen kok ngak bisa mulu yah..?)

    Iya mas, malah dulu pengawas kelas diriku (yang berasal dari sekolah lain) ngerjain soal yang lagi diawasin trus di SMS-in tau ke siapa

  35. don45
    #35

    Waduh gimana nich Pak…??? koq banyak kecurangan sech…??? Emangnya soalnya segitu sulit ya sampai terjadi kecurangan…!!!

  36. faisal
    #36

    waduh gimana nich pak?

    Bapak benar. ane lihat di koran, di surabaya banyak terjadi kekurangan
    dalam unas.

    Mungkin guru sama murid sama-sama takut pak.. :D

  37. almascatie
    #37

    kok kita belom belajar banyak dari pengalaman yah.. masih terulang2 lagi iks :(

  38. wahyoe
    #38

    klo gak gitu mungkin banyak juga ntar yg gak lulus om :D

  39. adeska
    #39

    sepertinya harus diusulkan standar etika dan batas kewenangan bagi para petugas pengawas unas, biar kekurangan2 di atas tidak terjadi lagi.

  40. and1k
    #40

    wahn bingung juga ya pak nanggapin masalah kayak gini .

    ya saya berharap semoga unas tahun ini lulus 100%

  41. okta sihotang
    #41

    wadow, bgimana lagi klo pendidikan digratiskan sekarang klo masih ada kecurangan bisa makin ribet

  42. indon
    #42

    kalu aku jd pengawas, aku gak akan terlalu galak…karena kelak akan ada kerabat/saudara/adik/anak kita yg akan ujian, yg mungkin akan menghadapi kesukaran yg sama…

    dan kecurangan/kesalahan dalam UNAS hanya puncak dr kekisruhan sistim dan regulasi pendidikan indonesia saat ini (halaahh…sok serius aku ya? hehehehe…)

  43. zee
    #43

    mas edy kenapa klo saya yg kasih komen pasti error yah, ga pernah masuk…

    coba tesss..

  44. zee
    #44

    eh tumben bisa….. waduhhh mas edy kayaknya wp nya ada masalah deh. saya 2mgg lalu kesini, tp sampe 10x submit comment, ujung2nya error trs…. hiks. udah sering kayak gini mas…. kenapa yaa..

  45. anas
    #45

    bang pkbr nih???

    ngeri juga sih standar kelulusannya.bikin anak2 minder.untung saya udah gak sekolah lg.

  46. Nafi
    #46

    itu mah udah jadi kebiasaan orang indonesia kalau curang..
    udah mendarah daging pak..
    untung aja dikelasku pas diadain UNAS SMP gk da guru yang molor kayakgitu,,,
    teges semua..
    jadi takut aku…

  47. 3mnnm8
    #47

    klo ga ada yang curang yang namanya disiplin ga bakal ada donk pak.. :-)

  48. wi3nd
    #48

    Lalu apa tindakan te9asnya pak?
    selalu berulan9kan kasus seperti inih disetiap unas unas dan uan uan?
    hemmm..seperti itulah pendidikan di indonesia :roll:

  49. shei
    #49

    Wahh..payah banget tuh!!

  50. Fariskhi
    #50

    Pada saat UAN SMP kemarin, pengawasannya juga kurang ketat. Murid masih keluar masuk malahan ada temen saya yang nanya jawaban ke murid lain yang juga lagi keluar. Udah begitu pada saat akhir-akhir, pengawasnya loyo jadi banyak yang saling nyontek dan kerjasama..

  51. afwan auliyar
    #51

    serba salah pak …
    buat sekolah swata apalagi …
    maslahnya kelulusan unas akan mempengaruhi kredibilitas sekolah juga :)

  52. hendrakancut
    #52

    waduh…
    klo g2 kpan indonesia isok maju’ne….

  53. Cengkunek
    #53

    saya mendukung kecurangan2 itu
    karna guru2 di seluruh indonesia kebanyakan gak sungguh2 ngajar siswanya, para ortu juga gak sungguh2 memotivasi anak2nya untuk belajar
    kasian kalo siswa yg jadi korban dengan cara gak lulus UN, padahal salah guru & ortunya

  54. CHE SUSANTO
    #54

    UN adalah titik ironi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Dipandang dari sudut pandang mana pun, UN ini sangat mencederai upaya peningkatan mutu pendidikan kita.

  55. sh4d0w
    #55

    oh iya, betul itu pak che. :D

  56. katakataku
    #56

    saya idem juga dengan Om CHE, apa pun. siapa pun, dan dimana pun termasuk pemerintah dalam beberapa UU dan peraturannya dengan tujuan demi meingkatkan mutu pendidikan namun toh pada implementasinya sangat jauh sekali dengan harapan/cita2 bangsa. *sampai sekarang pun saya masih bingung dengan hasil UN dari 38 sekolah yg gagal 100%*

  57. alpien
    #57

    aduu pakk,,
    aku taakuut banget pak,, coz ku mau unas nii,,

  58. alpien
    #58

    mampir balik iia pakk

Form Komentar :

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>