Awas! Beredar Telur Asin Palsu

Maret 17, 2008 · Posted in Kegiatan, Opini, Pengumuman 

Telur AsinHarga sembako yang semakin mahal, akhir-akhir ini berdampak pula pada harga barang-barang kebutuhan lainnya. Rakyat kecil terutama para pedagang merasa tercekik dengan kenaikan harga ini. Betapa tidak, keuntungan dari hasil dagangannya tidak sepadan dengan kenaikan harga sembako yang setiap hari dia butuhkan. Mereka tidak berani menaikkan harga dagangannya karena takut dagangannya tidak laku lantaran sangat mahal. Apalagi persaingan harga barang-barang tersebut kini semakin ketat. Membuat para pedagang semakin tidak berkutik.

Para pedagang harus memeras otak untuk bisa bertahan. Mereka harus cerdik dalam menjual dagangannya. Sayangnya, ada beberapa oknum pedagang yang berbuat curang. Mereka memalsu barang dagangannya untuk meraih untung yang lebih besar. Tentunya hal ini tidak bisa dibenarkan. Seperti tayangan Trans TV yang saya saksikan dalam Reportase Investigasi hari Sabtu, 15 Maret 2008 lalu. Acara TV yang berdurasi 30 menit itu menayangkan tentang telur asin palsu yang kini banyak beredar di pasaran.

Telur asin palsu ini tidak terbuat dari telur bebek asli melainkan dari telur ayam. Saat menjual biasanya pedagang akan menyebutnya sebagai telur asin dari telur bebek, padahal sebenarnya bukan. Modus yang dilakukan bermacam-macam. Mereka membeli telur ayam dengan memilih telur-telur yang besar terlebih dahulu. Selanjutnya mereka membeli cat tembok di toko besi dan bangunan. Bahan tersebut dicampur untuk mengubah warna telur ayam yang umumnya coklat menjadi telur bebek berwarna hijau. Sebelum diwarnai, telur ayam harus dicuci dulu hingga bersih dan bebas dari kotoran agar cat bisa melekat sempurna. Selanjutnya mereka menyiapkan adonan pewarna dan pengasin. Mereka mencampurkan bahan cat tembok dan penguat warna dengan garam kasar. Terakhir, telur-telur inipun direndam 3 sampai 5 hari. Setelah direndam telur dicuci bersih untuk selanjutnya diberi tepung kanji. Tepung ini berguna untuk memberi kesan bahwa warna telur asin buatan ini mirip warna aslinya. Nah bila sudah seperti apakah kita bisa membedakan telur asin dari ayam ini dengan telur asin dari bebek?

Ada lagi seorang pemalsu telur asin yang bermukin di Jawa Tengah, yang katanya lebih jago karena bisa membuat telur asin dalam waktu 1 hari saja. Mula-mula, bagian ujung telur direndam dalam larutan cuka hingga beberapa menit. Setelah ujung telur tersebut melunak, telur lalu disuntik dengan air garam. Berikutnya, telur yang sudah diasinkan ini direbus agar bagian dalamnya matang dan mengeras. Usai direbus telur didinginkan untuk kemudian diwarnai. Pewarananya bukan pewarna makanan tapi cat sablon, penguat cat dan pewarna khusus. Kemudian sedikit ditaburi tepung kanji agar guratan cat pada kulit telur akan tertutupi.

Di pasaran telur asin palsu biasanya dijual seharga telur asin asli, yakni 1.500 rupiah per butirnya. Padahal harga sebutir telur ayam hanya 600 rupiah. Dengan sedikit polesan pedagang bisa meraih untung berlipat. Para pemalsu ini sudah mempunyai pasar tersendiri yaitu stasiun dan tempat tinggal bus perjalanan jarak jauh. Mereka memilih tempat semacam itu karena biasanya pembeli tidak terlalu jeli dan sedang terburu-buru. Pembeli tak pernah tahu bahwa ada zat kimia yang digunakan untuk mewarnai telur ini.

Untuk membedakan antara telur asin yang asli dengan telur asin palsu dibutuhkan ketelitian. Telur asin yang asli tidak terdapat bercak noda seperti cat. Sedangkan pada telur asin palsu biasanya terdapat bercak seperti ini. Jika telur masih berbalut tepung, bersihkan dulu tepung pembalutnya dan cermati warna kulitnya. Bila telur asin dibelah juga akan terlihat perbedaannya. Kuning telur asin palsu biasanya tampak kuning keputihan karena berasal dari telur ayam. Sedangkan telur asin dari telur bebek berwarna kuning atau kuning kemerahan. Yang terakhir anda bisa melakukan uji sederhana terhadap telur asin yang anda beli. Gosoklah kulitnya dengan cairan pemutih baju. Telur asin yang palsu warnanya akan memudar sedangkan yang asli tidak. Kejelian anda saat membeli dapat menghindarkan anda dari telur asin palsu.

Kata kunci yang masuk:

telur asin palsu (40), cara tes telor bebek asli atau tidak (1), game putri duyung arie (1), perbedaan bebek palsu dengan asli (1)

Comments

51 Responses to “Awas! Beredar Telur Asin Palsu”

  1. Anang on Maret 17th, 2008 4:28 pm

    mo ngecekk telur saya asli pa gak ya.. hehe

    Anang’s last blog post..Parkir Motor

  2. ndop on Maret 17th, 2008 5:09 pm

    aku sudah liat pak di tipi…
    yang pakek cet sablon itu yang gak perasaan…

    ndop’s last blog post..Dance Like There’s No tomorrow -Paula Abdul-

  3. aRuL on Maret 17th, 2008 6:01 pm

    telur mana nang?
    iyah pak harus hati2, untung saya jarang makan telur asin itu

    aRuL’s last blog post..Untuk Indonesia dari Indonesia!

  4. sluman slumun slamet on Maret 17th, 2008 6:06 pm

    jaman edan, semua aspal!

    sluman slumun slamet’s last blog post..Asus kok mbulet?

  5. nelson on Maret 17th, 2008 11:15 pm

    Gara-gara telur membuat semua orang jadi bingung!!! :x

    nelson’s last blog post..wafatnya gito rollis

  6. devari on Maret 18th, 2008 6:22 am

    waaaa parah bener tuh. laporin ke yg berwenang

  7. adit-nya niez on Maret 18th, 2008 6:33 am

    Hmm… Tekanan ekonomi ternyata bisa memunculkan kreativitas juga ya (walau negatif)…

  8. edy on Maret 18th, 2008 8:27 am

    seperti anak TK aja yak
    suka menghias telur :lol:

    edy’s last blog post..Dolphin Show di Cileduk

  9. annots on Maret 18th, 2008 8:38 am

    Indonesia sebenernya memiliki potensi, cuma kok potensinya dipake kalo ga buat ngoplos BBM, mbikin barang-barang asli tapi palsu gitu ya :(

  10. Edi Psw on Maret 18th, 2008 8:47 am

    » Anang :
    Cek dahulu sebelum membeli, Mas. Daripada ketipu.

    » ndop :
    Benar tak berperasaan, tapi mereka nggak sadar.

    » aRuL :
    Hati-hati lebih baik daripada nanti menyesal, Mas.

    » sluman sluman slamet :
    Akhirnya susah ya mau mencari yang asli.

    » Nelson :
    Bingung karena nggak tahu telur yang asli dan yang palsu.

    » Devari :
    Orang yang memalsu telur asin ini banyak dan kerjanya terselubung sehingga sulit untuk dilacak keberadaannya.
    PR bagi aparat nih!

    » adit-nya niez :
    Kreatif tapi untuk berbuat kejahatan ya sama aja mas.

    » edy :
    Hahaha… mungkin juga seperti itu mas.

  11. Chic on Maret 18th, 2008 9:31 am

    bisa bikin telur paskah juga kalo gitu :P
    *ngga fokus*

    untung bukan penggemar telur asin,.. tapi kalo beli di brebes ya masih asli kan ya?

    Chic’s last blog post..Kelaparan di Negeri (yang katanya) Agraris ini?

  12. Pink on Maret 18th, 2008 9:38 am

    wah wah… sampe telur juga dipalsukan. hihi…

    Pink’s last blog post..Orang Utan

  13. Ina on Maret 18th, 2008 11:13 am

    untungnya saya nga suka telur asin. :D
    cuma prihatin juga apa-apa dipalsuin, trus yg asli tinggal apa dong????

    *bingung*

    Ina’s last blog post..Mereka Berhak Juga untuk MAKAN!!

  14. dhodotes on Maret 18th, 2008 12:19 pm

    Saya tak ngikut nglaras di regol sampeyan ini ya, Kang Edi.

    Kalo ngobrolin telur asin jadi ingat Lombok. Telur asin jadi salah satu oleh2 khas Lombok. Anehnya, saya yang tergolong penikmat telur asin, selama setahun tinggal di sana malah belum pernah makan telur asin Lombok.

    Kalo soal palsu-palsuan, ada banyak kasus. Yang jadi kata tanya yang muncul kemudian adalah mengapa. Kenapa sih saudara2 kita sendiri banyak berkreatif secara keblinger? Apakah hiya semata2 yang bisa dipersalahkan adalah oknum2 tersebut?

    Sementara mentok di tanda tanya aja.

    dhodotes’s last blog post..Hanbok di 105.8 FM

  15. vcrack on Maret 18th, 2008 12:44 pm

    itu hampir kayak kasus telur ayam kampung yg dulu itu ya pak?

  16. ridu on Maret 18th, 2008 1:55 pm

    di transtv udah ada blom yah liputan kaya gini? ridu baru tau tentang hal ini.. tapi ridu setahun sekali kali yah makan telur asin.. heheh..jadi gak terlalu berimbas sama ridu..

    btw thanks infonya pak.

    ridu’s last blog post..Kecegukan dan Pre-Order Buku Babi Ngesot

  17. bayoe on Maret 18th, 2008 2:59 pm

    Wah,,,wah,,,wah,,,
    gara2 harga sembako naik, sampe2 telur asin aja dipalsu…
    thanx infonya mas…

  18. quelopi on Maret 19th, 2008 12:00 am

    emang pinter tuh orang, untung saya anti telor asin jadi nggak ngaruh

  19. pram patrick on Maret 19th, 2008 12:56 am

    untung saja q gag terlal suka makan telor asin,, hehehe

  20. iPOH on Maret 19th, 2008 1:05 am

    Wah.. aku suka telor asin… jadi ngeri

    iPOH’s last blog post..Futsal di Kick Off

  21. Anas on Maret 19th, 2008 1:32 am

    bahaya nih, lain kali ku mesti hati-hati beli telur asin…

  22. abeeayang™ on Maret 19th, 2008 2:19 am

    hadoh….masyarakat brebes nyang produksi telur asin brebes jugax dirugikan nieh….
    *warga brebes*

    abeeayang™’s last blog post..inyonge pulang kampung nang brebes

  23. linda on Maret 19th, 2008 2:45 am

    serem banget jaman sekarang apa2 palsu euy :(

    linda’s last blog post..Kejarlah Daku, Ku Tak?kan Lari

  24. Edi Psw on Maret 19th, 2008 3:53 am

    » Chic :
    Saya masih belum tahu bentuknya telur paskah itu gimana.

    » Pink :
    Sebenarnya bukan hanya telur saja. Masih banyak jenis makanan lain yang dipalsukan. Cuman kita aja yang belum tahu.

    » Ina :
    Memang kasihan pedagang yang menjual telur asin asli. Mereka ikut terkena dampak negatif dari para pemalsu.

    » Dhodotes :
    Saya malah belum tahu kalau ternyata telur asin ini makanan khas Lombok.

    » vcrack :
    Kebetulan saya belum mendengar kasus telur ayam kampung, jadi nggak bisa membandingkan sama atau tidak.

    » Ridu :
    Saya menulis postingan ini juga mengambil dari liputan Trans TV, Mas.

    » Bayoe :
    Serba repot juga, nih. Apa-apa dipalsu. Bahkan software pun juga dipalsu.

    » quelopi :
    Sebenarnya yang kita harapkan dari orang pintar kan bisa membantu kita. Tapi kalau justru merepotkan kita, ya percuma aja kepintarannya. Nggak dapat pahala justru dapat dosa.

    » Pram Patrick :
    Saya juga kadang-kadang aja makan telur asin.

    » iPOH :
    Mesti harus ekstra hati-hati. Jangan sampai kita tertipu membeli telur asin palsu.

    » Anas :
    Bener, Mas. Teliti sebelum membeli lebih baik daripada menyesal nantinya.

    » abeeayang :
    Yang dirugikan adalah orang yang membeli telur asin palsu tersebut. Kemudian pedagang yang menjual telur asin asli juga ikut dirugikan.

    » linda :
    Sangat menyeramkan sekali. Susah untuk mencari yang asli.

  25. Zee on Maret 19th, 2008 5:00 am

    gila, masa telur dicat pake cat tembok….

    Zee’s last blog post..Rejeki Perut Buncit

  26. Suwahadi on Maret 19th, 2008 5:49 am

    Jangan2 beras yg tiap hari kita makan palesu juga… :D

  27. Juliach on Maret 19th, 2008 7:36 am

    duh apa lagi nih! Dulu telur ayam kampung palsu, sekarang telur bebek palsu. Apa orang ini tidak mikir di cat tembok ada zat berbahaya?

    Mungkin orang kita tidak lega kalo tidak palsu!!!

    Juliach’s last blog post..Menikah dgn Orang Perancis dan Tinggal di Perancis bagian 1

  28. Okta Sihotang on Maret 19th, 2008 1:38 pm

    halah…namanya juga indonesia pak.. :)
    tiba2 harga murah, eh..ternyata barangnya palsu… :)
    *Kabbuurrrr*

    Okta Sihotang’s last blog post..Artis Sandra Dewi bugil ???

  29. kenji on Maret 19th, 2008 3:06 pm

    soal telur asinan ini pak, menurut saya bukan akibat persaingan yang ketat… memang dari sananya mereka brengsek niat jelek :|

  30. regsa on Maret 19th, 2008 6:17 pm

    sedikit tambahan pak, kalo yang palsu tidak mempunyai serial number dan ndak bisa donlot update..

    :)

    regsa’s last blog post..Santai

  31. MAGMA on Maret 19th, 2008 6:40 pm

    hidup semakin sulit… .
    perut semakin melilit… .
    berpikir jahat pun terbersit… .

    MAGMA’s last blog post..BIROKRASI MEMPERMAINKAN NYAWA

  32. Yari NK on Maret 20th, 2008 1:54 am

    Ya ampun…. sampai telur asin aja dioplos dipalsuin nanti apa lagi yang dioplos dipalsuin?? Kacang kedelai?? Beras?? Mi Instan?? Atau….. air?? Ada2 aja orang dalam mencari keuntungan! :D

    Yari NK’s last blog post..Belajar Memecahkan Masalah dan Ajakan Shalat??

  33. det on Maret 20th, 2008 2:11 am

    oalah rek.. telur asin ae kok dipalsu, yang dimakan kan dalamnya, bukan cangkangnya.. emange telor ayam asin ndak boleh ya..??

    det’s last blog post..Ketika ngeblog dipertanyakan..

  34. Ojat on Maret 20th, 2008 3:46 am

    wahh makin parah aja nih…lama2 mau makan aja susah … fiuuhh…..

    Ojat’s last blog post..Mouses

  35. mazarif on Maret 20th, 2008 5:32 am

    semua dipalsu, parah betul, lengkap sudah julukan sebagai negara pembajak no. 1, padahal dari dulu negara kita memang dikenal negara pembajak, bedanya dulu yang dibajak cuma sawah, lha sekarang…semuanya dibajak

    mazarif’s last blog post..Hati-hati Calon Pejabat

  36. anno' on Maret 20th, 2008 4:22 pm

    tapi berbahaya gak pak telur asin palsu itu…klo gak ya gak masalah..cuman qta rugi di harga ja ya….

    anno”s last blog post..Mandi Air @ Waterbom Jakarta

  37. pudakonline on Maret 21st, 2008 3:13 am

    iya tahu kemarin dari TV

    pudakonline’s last blog post..Morality

  38. Jiewa on Maret 21st, 2008 4:53 pm

    Pak Edi, saya juga suka nonton Reportase Investigasi di Trans TV. Seringkali bikin terkaget-kaget, apalagi yg liputan bakso tikus ck ck.. serem ! Tapi bagus buat konsumen agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi produk :)

  39. sawali tuhusetya on Maret 21st, 2008 6:39 pm

    sungguh, pak edi, kayaknya kita ini memang bener2 hidup di zaman edan. telur asin saja mesti harus dipalsu. kalau makanan yang berurusan dengan perut saja sudah dipalsukan, lantas bagaimana dg produk2 yang lain. kayaknya makin rame aja nih, pak, orang yang lihai main tipu2.

    sawali tuhusetya’s last blog post..Kopdar dan Sentuhan Nilai Kemanusiaan

  40. dian on Maret 22nd, 2008 5:09 am

    um anu..beda telur bebek ama telur ayam itu apa ? maksudnya, apa bebek punya lebih bagus ya ?

    dian’s last blog post..gitu aja kok sewot

  41. Anang on Maret 22nd, 2008 9:05 am

    untung saya ga doyan telur asin heheheh

    Anang’s last blog post..Liburan

  42. yoga on Maret 24th, 2008 7:27 am

    Bener….semalam saya baru saya lewat Brebes (23 Maret 2008 kira2 jam 8 malam, saya beli telor asin……gak tanggung-tanggung 130 butir…karena cuaca hujan deras, kakak saya yang nyobain…(karena saya males keluar dari mobil….”asin, enak sih”…kata kakak. setelah itu dalam perjalanan menuju jakarta saya cobain….1 bungkus (isi 10 butir)…….gubbbbraaakkk..ternyata telor ayam biasa…..

  43. Edi Psw on Maret 24th, 2008 8:07 am

    » Zee :
    Memang benar-benar keterlaluan.

    » Suwahadi :
    Kalau memalsukan beras gimana ya? Paling-paling dicampur dengan beras yang kualitasnya jelek.

    » Juliach :
    Yang dipikirkan hanyalah keuntungan semata.

    » Okta Sihotang :
    Tapi telur asin palsu ini harganya sama dengan telur asin asli.

    » Kenji :
    Ya memang tidak semuanya begitu.

    » Regsa :
    Itu sih software.

    » Magma :
    Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang berbuat seperti itu.

    » Yari NK :
    Yang penting kita harus selalu waspada. Jangan sampai menjadi kurban orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

    » Det :
    Soalnya harga telur ayam lebih murah daripada telur bebek, Mas. Jadi kalau memalsu telur bebek dari telur ayam, kan untung.

    » Ojat :
    Mau makan harus pilih-pilih dulu. Jangan sampai makan makanan yang palsu.

    » mazarif :
    Iya memang dulu suka membajak sawah, sekarang membajak yang lainnya.

    » anno’ :
    Ya rugi, ya berbahaya karena zat kimia yang ada dalam cat bisa meresap lewat pori-pori kulit telur.

    » pudakonline :
    Dari Trans TV, kan?

    » Jiewa :
    Saya malah nggak nonton waktu liputan bakso tikus. Kalau waktu ini saya nonton, pasti akan saya masukkan dalam blog.

    » Sawali tuhusetya :
    Kita bangga kalau orang indonesia itu pintar-pintar, tapi kalau kepintarannya hanya untuk kejahatan, percuma aja.

    » dian :
    Telur bebek lebih mahal daripada telur ayam. Jadi kalau mereka memalsu telur bebek dengan telur ayam, mereka lebih banyak untunnya.

    » Anang :
    Kalau makan telur asih ya harus hati-hati, Mas.

    » Yoga :
    Wah, terus gimana? Nggak bisa ditukar lagi ya?

  44. xero on Maret 31st, 2008 3:28 am

    walaah… ada2 aja, semua dibajak! wis..wis *prihatin

  45. Rosyidi on April 1st, 2008 9:35 am

    Wah makasih banyak tipsnya. Dulu ibuku pernah juga beli telor asin palsu ini. Aku sih dah mulai curiga. Dengan harga yg lebih murah dikit, tapi gak asin sama sekali. Tapi ya udah terlanjur beli mau diapakan lagi. Tapi yang aku agak heran ketika diterawang warnanya tetep hijau kebiruan. Ntar kapan2 beli lagi di tes dengan pemutih ah… :D

  46. novi on Juli 28th, 2008 1:44 am

    Ya ampun…..endonesiah….tas,baju,sepatu,dvd…sampe TELOR ASIN aja di palsu!!!!!Telor asin tuh termasuk salah satu makanan favorit saya om,jadi geram aja dengernya….

  47. muh. musta'in on Maret 9th, 2009 12:14 am

    Sekarang dunia makin menggila, apapun bisa dilakukan demi urusan perut, jangankan uang, emas, permata, batu mulia, telur aja bisa dipalsuin!!! dmi perut orang bisa lakukan apa saja,,,,,, tidak mikir dosa yach,, itu bisa membunuh bila terlalu sering dikonsumsi,….!!!!

  48. dinda27 on Maret 14th, 2009 8:59 am

    Padahal (dulu) sy suka makan telor asin.
    Wah campuran nya itu bukannya ada zat kimianya?
    Ga’ heran penyakit sekarang banyak ragamnya ya?!

  49. ardiyanto on September 27th, 2009 1:33 pm

    untungnya telur gw ga bisa dipalsu……

  50. sammy on Agustus 8th, 2010 10:03 pm

    wah, bahaya juga ya jaman sekarang..
    apa2nya bs dipalsu.
    waspadalah!!
    waspadalah!!

  51. Dina on September 6th, 2010 11:59 pm

    Aku pernah dengar telur ayam palsu yang katanya dari China itu. Beneran gag ya?

Leave a Reply