Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Awas! Beredar Telur Asin Palsu

Telur AsinHarga sembako yang semakin mahal, akhir-akhir ini berdampak pula pada harga barang-barang kebutuhan lainnya. Rakyat kecil terutama para pedagang merasa tercekik dengan kenaikan harga ini. Betapa tidak, keuntungan dari hasil dagangannya tidak sepadan dengan kenaikan harga sembako yang setiap hari dia butuhkan. Mereka tidak berani menaikkan harga dagangannya karena takut dagangannya tidak laku lantaran sangat mahal. Apalagi persaingan harga barang-barang tersebut kini semakin ketat. Membuat para pedagang semakin tidak berkutik.

Para pedagang harus memeras otak untuk bisa bertahan. Mereka harus cerdik dalam menjual dagangannya. Sayangnya, ada beberapa oknum pedagang yang berbuat curang. Mereka memalsu barang dagangannya untuk meraih untung yang lebih besar. Tentunya hal ini tidak bisa dibenarkan. Seperti tayangan Trans TV yang saya saksikan dalam Reportase Investigasi hari Sabtu, 15 Maret 2008 lalu. Acara TV yang berdurasi 30 menit itu menayangkan tentang telur asin palsu yang kini banyak beredar di pasaran.

Telur asin palsu ini tidak terbuat dari telur bebek asli melainkan dari telur ayam. Saat menjual biasanya pedagang akan menyebutnya sebagai telur asin dari telur bebek, padahal sebenarnya bukan. Modus yang dilakukan bermacam-macam. Mereka membeli telur ayam dengan memilih telur-telur yang besar terlebih dahulu. Selanjutnya mereka membeli cat tembok di toko besi dan bangunan. Bahan tersebut dicampur untuk mengubah warna telur ayam yang umumnya coklat menjadi telur bebek berwarna hijau. Sebelum diwarnai, telur ayam harus dicuci dulu hingga bersih dan bebas dari kotoran agar cat bisa melekat sempurna. Selanjutnya mereka menyiapkan adonan pewarna dan pengasin. Mereka mencampurkan bahan cat tembok dan penguat warna dengan garam kasar. Terakhir, telur-telur inipun direndam 3 sampai 5 hari. Setelah direndam telur dicuci bersih untuk selanjutnya diberi tepung kanji. Tepung ini berguna untuk memberi kesan bahwa warna telur asin buatan ini mirip warna aslinya. Nah bila sudah seperti apakah kita bisa membedakan telur asin dari ayam ini dengan telur asin dari bebek?

Ada lagi seorang pemalsu telur asin yang bermukin di Jawa Tengah, yang katanya lebih jago karena bisa membuat telur asin dalam waktu 1 hari saja. Mula-mula, bagian ujung telur direndam dalam larutan cuka hingga beberapa menit. Setelah ujung telur tersebut melunak, telur lalu disuntik dengan air garam. Berikutnya, telur yang sudah diasinkan ini direbus agar bagian dalamnya matang dan mengeras. Usai direbus telur didinginkan untuk kemudian diwarnai. Pewarananya bukan pewarna makanan tapi cat sablon, penguat cat dan pewarna khusus. Kemudian sedikit ditaburi tepung kanji agar guratan cat pada kulit telur akan tertutupi.

Di pasaran telur asin palsu biasanya dijual seharga telur asin asli, yakni 1.500 rupiah per butirnya. Padahal harga sebutir telur ayam hanya 600 rupiah. Dengan sedikit polesan pedagang bisa meraih untung berlipat. Para pemalsu ini sudah mempunyai pasar tersendiri yaitu stasiun dan tempat tinggal bus perjalanan jarak jauh. Mereka memilih tempat semacam itu karena biasanya pembeli tidak terlalu jeli dan sedang terburu-buru. Pembeli tak pernah tahu bahwa ada zat kimia yang digunakan untuk mewarnai telur ini.

Untuk membedakan antara telur asin yang asli dengan telur asin palsu dibutuhkan ketelitian. Telur asin yang asli tidak terdapat bercak noda seperti cat. Sedangkan pada telur asin palsu biasanya terdapat bercak seperti ini. Jika telur masih berbalut tepung, bersihkan dulu tepung pembalutnya dan cermati warna kulitnya. Bila telur asin dibelah juga akan terlihat perbedaannya. Kuning telur asin palsu biasanya tampak kuning keputihan karena berasal dari telur ayam. Sedangkan telur asin dari telur bebek berwarna kuning atau kuning kemerahan. Yang terakhir anda bisa melakukan uji sederhana terhadap telur asin yang anda beli. Gosoklah kulitnya dengan cairan pemutih baju. Telur asin yang palsu warnanya akan memudar sedangkan yang asli tidak. Kejelian anda saat membeli dapat menghindarkan anda dari telur asin palsu.

Komentar

58 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.