Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Karena Sakit, Ngeblog Macet Total

Saat di ruang tunggu dokterSakit memang sesuatu hal yang tidak diinginkan. Sakit menghalangi segala aktivitas yang biasa dilakukan. Dan sakit menutup segala perbuatan yang ingin dikerjakan. Untuk itu, sungguh bahagianya kalau tidak sakit. Namun demikian, siapa yang tahu kapan datangnya sakit. Tak ada seorangpun yang tahu. Dan tak ada seorangpun yang bisa menghalangi datangnya sakit, dalam kondisi apapun.

Mungkin ini yang terjadi pada diri saya. Efek dari hujan turun yang terus menerus mengguyur Surabaya ini, dan setiap pulang kerja yang selalu kehujanan walaupun sudah menggunakan mantel, membuat saya langsung jatuh sakit. Mungkin juga karena stamina saya yang saat ini lagi down, sehingga terlalu mudah sakit. Tapi inilah yang saya alami, dan bahkan saat saya menulis postingan ini kondisi saya masih sakit.

Saya sudah mulai merasakan sakit ini pada hari Jumat (21/12) lalu saat masih kerja. Badan panas, flu dan sedikit pusing-pusing. Pada awalnya sakit ini saya anggap sebagai hal yang biasa, mungkin karena kelelahan atau kecape’an setelah seharian bekerja. Kan bisa saja begitu. Sampai di rumah, saya minum obat flu yang dibeli di kios depan rumah, terus langsung tidur. Pikir saya dengan minum obat dan istirahat cukup sudah bisa mengembalikan kondisi kesehatan saya. Padahal istri saya sebelumnya sudah menawarkan untuk ke dokter.

Sabtu pagi setelah bangun tidur saya tidak merasakan perubahan pada diri saya. Panasnya, flu, dan pusing-pusingnya tambah berat, padahal rencananya pagi itu saya ingin ke SMA 11 untuk menyaksikan penyembelihan hewan korban, dan siangnya mengajar komputer di NOC. Ternyata rencana itu tinggal harapan saja. Hari Sabtu total istirahat di rumah.

Minggu pagi juga belum ada tanda-tanda membaik. Malahan ada sedikit batuk-batuk. Obat flu yang diminum sehari 3x seakan tidak ada reaksinya. Kalau sudah begini, tentu saja dokter yang jadi pilihannya. Tapi sayangnya, hari Minggu dokter langganan saya juga tutup. Akhirnya hari Minggu juga total istirahat di rumah.

Hari Senin juga belum ada tanda-tanda membaik, tapi harapan untuk cepat sembuh ada karena dr. Hari langganan saya mulai buka praktek lagi setelah 1 hari libur. Senin malam akhirnya kami ke dokter dengan naik becak. Sampai di sana saya harus antri dulu karena ada seorang pasien yang sedang diperiksa. Sambil menunggu giliran, sekilas saya perhatikan ruang tunggu tempat praktek dokter, tidak ada yang berubah. Masih seperti dulu. Sepi. Beberapa menit kemudian, pasien tadi pergi. Giliran saya yang masuk ke ruang berobat. Seperti biasanya, dokter menanyakan tentang keluhan-keluhan saya, kemudian saya disuruh berbaring.

Suhu badan dan tekanan darah saya diperiksa dan ternyata semuanya baik. Padahal sebelumnya saya khawatir tekanan darah saya naik karena kebanyakan makan gulai. Ternyata normal-normal saja. Dokter mengeluarkan jarum suntik dan obat cair yang ada di botol kecil. Pikir saya, sesuatu yang paling mendebarkan akan tiba. Dengan menahan napas, akhirnya saya mendapatkan 3 kali suntikan. Jus… jus… juuus…, kemudian hati saya mulai lega. Hal yang paling aneh mungkin, yang disuntik bukan bagian pantat pasien seperti kebanyakan dokter umum, tapi di bagian tubuh yang lain tergantung dari sakit yang dialami pasien. Bagian tubuh saya yang disuntik adalah pangkal lengan kiri dan kanan, kemudian bagian atas dada. Hasilnya memang lumayan, beberapa jam setelah berobat biasanya sudah dapat dirasakan efek obatnya.

 

Update :

Sekarang saya sudah sembuh dan sudah mulai aktif ngeblog lagi.

Komentar

10 Comments