Ujian Nasional SMA Sederajat Tahun 2008

April 26, 2008 · Posted in Kegiatan, Opini 

Ujian Nasional SMA Sederajat Tahun 2008Ujian Nasional (UNAS) SMA dan yang sederajat tahun 2008 telah usai. Para siswa peserta UNAS tahun ini harus berjuang lebih keras karena selain ada beban tambahan materi ujian juga ada kenaikan nilai standar kelulusan. Materi UNAS untuk SMA dan yang sederajat, yang sebelumnya hanya 3 mata pelajaran, tahun ini ditambah menjadi 6 mata pelajaran. Sementara itu nilai standar kelulusan UNAS tahun ini naik dari 5 menjadi 5,25.

Ada beberapa kejadian menarik seputar UNAS yang dilaksanakan pada hari Selasa – Kamis itu. Saya yang saat itu kebetulan menjadi pengawas ruangan sub rayon 11 dan bertugas di SMA Sejahtera 1 Surabaya, menemukan beberapa kejadian yang semestinya tidak boleh terjadi. Kejadian yang terjadi ini biasanya berupa pelanggaran, baik dari siswa peserta UNAS maupun dari oknum pengawas ruangan.

Pertama, tentang Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) yang kualitas kertasnya jelek. Ada beberapa LJUN yang diambil dari amplop sudah dalam keadaan rusak (ada bekas lipatan). Saya pun banyak menerima keluhan dari siswa peserta UNAS tentang LJUN yang masih meninggalkan bekas bahkan mengelupas kalau di stip.

Kadua, pengawasan terhadap siswa peserta UNAS dari pengawas ruangan terlalu longgar. Tidak ada pemeriksaan terhadap siswa seperti alat komunikasi (HP), tidak ada pengawalan terhadap siswa yang ijin ke kamar kecil, bahkan beberapa oknum pengawas justru dengan santainya membaca koran seakan tidak memperdulikan tugas dan kewajibannya sebagai pengawas ruangan.

Ketiga, ada oknum pengawas ruangan yang terlalu cepat mengambil LJUN siswa sebelum bel tanda ujian berakhir dibunyikan. Hal ini bertentangan dengan tata tertib UNAS bahwa sebenarnya LJUN siswa tidak boleh dikumpulkan sebelum bel tanda berakhirnya UNAS dibunyikan.

Dan mungkin masih banyak kejadian lain yang lepas dari pantauan saya. Saya hanya berharap tulisan saya ini tidak salah diartikan, saya hanya ingin semua yang ada dalam tulisan ini bisa dijadikan bahan demi kebaikan kita bersama.

Comments

50 Responses to “Ujian Nasional SMA Sederajat Tahun 2008”

  1. sawali tuhusetya on April 26th, 2008 8:43 am

    hampir setiap tahun pelanggaran dan penyimpangan pelaksanaan UN selalu muncul, tapi agaknya kita sudah terbiasa bersikap permisif dan menganggapnya sbg hal yang biasa, pak.

    sawali tuhusetya’s last blog post..Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan?

  2. det on April 26th, 2008 8:47 am

    kabarnya unas kali ini tidak ada satu sekolahpun yang jujur ya pak?

    mulai kepala dinas pendidikan sampai kepala sekolah, dan siswa sendiri, semua takut ndak lulus.. makanya ada semacam kekompakan untuk melakukan kecurangan..

    kabarnya malah ada pengawas yang ikut mengedarkan jawaban..

    gaswat!

    [btw, baris kedua, di belakang yang pake bando merah itu, cantik kayaknya! hehehe...]

  3. cempluk on April 27th, 2008 4:33 am

    pak gempur tadi sempet bercerita panjang lebar di bungkul mengenai uan kemarin.. begitulah pendidikan negeri ini, perlu kesadaran masing2 utk menggapai kesempurnaan…

    cempluk’s last blog post..Semarak Nyepi bareng Si JagoMakan

  4. zee on April 27th, 2008 6:04 am

    wah, yg ketiga itu kemungkinan mau dijoki-in, alias ada main mata pengawas dgn peserta.
    sayang memang, dari jaman saya dulu sampe sekarang kualitas pendidikan masih begitu2 saja..

    zee’s last blog post..2 Malam Yang Tenang

  5. kucluk on April 27th, 2008 9:24 am

    he…
    udah gak kaget lagi!!…
    knapa ya kok bisa begitu!!..
    ,,

    kucluk’s last blog post..Solidaritas (Hari Bumi)

  6. Arif on April 27th, 2008 11:08 am

    Saya sih masih menilai bahwa rata-rata 5,25 terlalu rendah. Mestinya 6,00 baru bisa lulus.

    Saya selalu prihatin dengan keberhasilan pendidikan kita. Alih-alih mencetak manusia pinter, pendidikan kita justru hanya berhasil mencetak manusia-manusia tidak jujur. Lihat saja setiap hajatan Ujian Nasional dilakukan, semua pihak akan berlomba-lomba mencari cara untuk mencurangi ujian nasional. Tidak guru, tidak orang tua, tidak siswa, semuanya berlomba mencari cara curang. Inikah yang akan terus kita bangga-banggakan?

    Di mana-mana, sekolah butuh cara untuk mengevaluasi hasil proses belajar-mengajar yang dilakukan. Di Indonesia, yang paling disoroti adalah evaluasi terhadap hasil proses belajar siswa. Terhadap hasil proses mengajar yang dilakukan oleh guru, apa metodenya? Bukankah keberhasilan siswa ditentukan banyak variabel, diantaranya kemampuan siswa, kekayaan bahan bacaan, dan kemampuan guru dalam menjadi pengajar/fasilitator siswa. Karena saya bukan ahli pendidikan, mungkin variabel-variabel itu tidak cocok dengan parameter milik Depdiknas atau lembaga lain. Namun, silakan dikritisi vablakan saya tentang evaluasi hasil mengajar di atas.

    Apakah hanya siswa yang berlaku curang. Huh! Saya sangat memandang rendah guru yang juga curang dalam rangka mendapatkan sertifikat profesi. Kalau nggak bisa jujur jangan jadi guru deh. Guru itu seharusnya bisa dijadikan uswatun hasanah atau teladan yang baik seperti kata orang Jawa bahwa guru itu digugu dan ditiru. Jangan sampai guru menjadi sosok wagu dan saru.

    Arif’s last blog post..Antri

  7. ma6ma on April 27th, 2008 12:54 pm

    entah siapa yang salah ketika semua kecurangan ini terjadi. standar dari pusat yang terlalu tinggi. atau memang para pendidik dan yang dididik yang tidak siap dengan standar ini

    ma6ma’s last blog post..BOIKOT PRODUK2 LUAR NEGERI, SUPPORT PRODUK DALAM NEGERI.

  8. ndop on April 27th, 2008 4:49 pm

    tadi liat di tipi, ternyata ada yang jualan jawaban soal. dijual harga limapuluh rebu untuk soal non exact.. 150 an untuk soal exact..

    ealaaah… dari dolo sampek sekarang masih ada ya yang curang… fiuh… *ngelus dodo*

    ndop’s last blog post..COBA TEBAK?!!

  9. quelopi on April 27th, 2008 5:58 pm

    wah jadi teringat waktu UAN ane tahun 2005, justru karena UAN lah saya kagak belajar sama sekali, hidup seperti biasanya, bedanya cuman pulang sekolah lebih cepat kalau UAN, dan…. bisa nolongin teman lulus lagi

  10. hanggadamai on April 28th, 2008 12:01 am

    wuihh, ternyata om edi jadi pengawas..

    hanggadamai’s last blog post..Kopdar Report in Bogor

  11. Hair on April 28th, 2008 2:11 am

    Alamdulillah
    Saya baru aja lulus tahun lalu, jadi kejadian tak menyenangkan di tahun ini tidak saya alami

    Hair’s last blog post..Free/Open Source Software (FOSS) Untuk Kemandirian Bangsa

  12. marsini on April 28th, 2008 3:43 am

    ada pengawas yang baca koran,
    itu koran disediain apa siapa ya?
    tadi baca di koran, ada SMU yang siswanya nyediain koran di meja pengawas.

    marsini’s last blog post..Belajar dari teman

  13. tehaha on April 28th, 2008 4:00 am

    malah di satu sekolah ada guru yang mengkoreksi lantas menukar jawaban siswa dengan jawaban yang benar setelah ujian berlangsung..
    mudah-mudahan kedepan pelaksaan UN lebih rapi lagi, agar peningkatan kualitas pendidikan dapat diwujudkan

    tehaha’s last blog post..F.A.Q

  14. waterbomm on April 28th, 2008 4:39 am

    loh parahnya… ada pengawas yang malah ngambil gambar peserta ujian buat dimasukin di blog, bukannya ngawas.. parah khan? **kabur

    waterbomm’s last blog post..Terlalu

  15. dadan on April 28th, 2008 4:41 am

    Koq gitu ya ? :D

    Sistem dan culture kadang belum bisa mewadahi idealisme kemana kita harus bergerak.
    Dan memang, untuk Indonesia di masa depan yang lebih baik, tentunya kualitas standar pendidikan Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain.

    dadan’s last blog post..Presiden : Lawan Spekulan Tanah !

  16. Chic on April 28th, 2008 4:45 am

    masih bingung kenapa sistem pendidikan kita lebih memusatkan pada teori ketimbang praktek, pada nilai teori ketimbang nilai praktek perilaku, dan lagi-lagi pada teori tetapi tidak memusatkan pada minat dan bakat siswa sendiri…

    hmmmmm… begitu masuk dunia nyata, kembali menjadi bego. makanya banyak pengangguran.

    Chic’s last blog post..Weekend Mode!

  17. hilman on April 28th, 2008 5:07 am

    masalah pendidikan di Indonesia, saya kok jadi tidak punya comment ya pak…yah…!

    hilman’s last blog post..BUKAN SEKEDAR KEBETULAN

  18. Yari NK on April 28th, 2008 5:11 am

    Pak, saya mau daftar jadi joki, gimana caranya ya pak??

    **ditabok Pak Edi** :mrgreen:

    Yari NK’s last blog post..Antara Celana dan Sarung??.

  19. edratna on April 28th, 2008 7:12 am

    ….qoute….ada oknum pengawas ruangan yang terlalu cepat mengambil LJUN siswa sebelum bel tanda ujian berakhir dibunyikan. Hal ini bertentangan dengan tata tertib UNAS bahwa sebenarnya LJUN siswa tidak boleh dikumpulkan sebelum bel tanda berakhirnya UNAS dibunyikan….

    Kasihan amat muridnya. Saya kemarin diskusi dengan anakku,kata anakku…”Ibu sih, tiga tahun sbelumnya juga udah heboh…tapi trim’s ya bu, jadinya kami lebih siap…”

    Rasanya dulu saya menyiapkan anak-anak mau ujian jauh sebelumnya, dan selain mereka ada tambahan pelajaran, ibu dan ayahnya ikut mengajari anak-anak. Suami bagian Fisika dan matematik, dan saya Kimia….Dan ini udah dimulai sejak kelas 1 SMA, karena yang didengung2kan bukan lulus ujian SMA nya, tapi agar bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri sesuai pilihannya. Karena menurutku, lulus SMA masih mudah, dan ini disetujui pula oleh teman-temanku sekantor.

    Tapi saat saya masih SMP, SMA, namanya anak nggak naik kelas, dan nggak lulus ujian adalah hal biasa….sekarang ini heboh atau pelajaran yang sulit, atau memang akhirnya harus lulus semua? Pada akhirnya kan juga akan mentok, entah di pekerjaan atau lainnya. Rasanya sedih sekali membaca hal tsb.

    edratna’s last blog post..Benarkah riset pasar tak selalu mencerminkan keinginan pasar?

  20. linda on April 28th, 2008 8:16 am

    seharusnya dilarang membawa alat komunikasi pak biar gak bisa nyontek. maklum hape sekarang kan canggih2 :)

    linda’s last blog post..Heart HandBag

  21. realylife on April 28th, 2008 8:37 am

    semoga ke depannya bangsa ini mau belajar untuk bisa lebih cerdas dan mandiri
    betul ngga pak ?

    realylife’s last blog post..kira2 ini apa ya ???

  22. Edi Psw on April 28th, 2008 9:33 am

    » Sawali Tuhusetya :
    Kayaknya susah untuk menghilangkan pelanggaran-pelanggaran seperti itu. Apalagi ada pihak yang diuntungkan.

    » Det :
    Banyak oknum yang terlibat, tidak hanya pada siswa, guru, pengawas, panitia, dan banyak lagi.

    » Cempluk :
    Perlu melibatkan semua pihak untuk menempuh ujian yang jujur.

    » Zee :
    Bagaimana kita mau meningkatkan mutu pendidikan kita kalau ujian di negara kita aja seperti ini.

    » Kucluk :
    Banyak sekali faktor yang mempengaruhi, Mas.

    » Arif :
    Betul sekali, Pak. Kecurangan-kecurangan selalu ada menandakan bahwa kemampuan kita sebenarnya pas-pasan. Kalau mampu, kenapa harus menempuh dengan cara kecurangan seperti itu?

    » Ma6ma :
    Kalau mencari siapa yang patut disalahkan, jawabannya mungkin semua salah. Terjadinya kecurangan karena ada sisi lain yang mendukung.

    » ndop :
    Di Trans TV juga ditayangkan dalam insert investigasi hari sabtu tentang jual-beli kunci jawaban unas.

    » quelopi :
    Wah, jadi teringat waktu sekolah dulu yach?

    » hanggadamai :
    Iya, kebetulan saya menjadi pengawas di subrayon 11, di SMA Sejahtera 1 Surabaya.

    » ‘Nin :
    Berarti misi guru bukan hanya mengantarkan siswa lulus ujian, tapi yang lebih penting adalah membuat siswa pintar. Begitu yach?

    » Hair :
    Tapi, tahun lalu kan juga ada kejadian seperti ini, kan?

    » Marsini :
    Nggak tahu juga, siapa yang menyediakan koran, soalnya begitu saya masuk ruangan, 2 buah koran sudah tersedia disana.

    » tehaha :
    Banyak sekali yang berbuat seperti itu.

    » waterbomm :
    Hahaha…! Ada-ada aja. Ini juga bagian dari pengawasan, Mas. Kalau nyontek pasti ketahuan saat di foto.

    » dadan :
    Saya sangat setuju. Sistem pendidikan kita memang masih perlu dibenahi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang.

    » Chic :
    Betul sekali, Mbak. Pendidikan di negara kita lebih banyak teorinya ketimbang prakteknya. Itulah sebabnya ketika sudah lulus mereka banyak yang nganggur karena belum siap kerja.

    » hilman :
    Wah, komennya gimana nich?

    » Yari NK :
    Hahaha…! Aku nggak ngerti caraya, Pak.

    » edratna :
    Standar kelulusan yang tinggi membuat siswa banyak yang menempuh jalan pintas. Dengan banyaknya siswa menempuh jalan pintas, maka akibatnya muncullah peluang kerja baru.

    » linda :
    Sebenarnya sudah dilarang, tapi kenyataannya masih banyak yang lolos.

    » realylife :
    Betul, Mas. Semoga ke depannya sistem pendidikan di negara kita lebih baik.

  23. kw on April 28th, 2008 10:15 am

    wah wah wah, mungkin memang sekarang ini ujian sudah tak penting lagi ya…

    sehingga semua memperlakukan dengan sembrono

    kw’s last blog post..menyambut zam

  24. Ojat on April 28th, 2008 10:57 am

    oknum2 kyk gitu dilaporin ga pak? kckckckc pasti tegang juga ya pas ujian, jadi ingat masa lalu hehehe

    Ojat’s last blog post..DavidMeShow

  25. achoey sang khilaf on April 28th, 2008 12:08 pm

    gimana ya biar UAN ke depan gak ada lagi dagelan seperti yang diberitakan?

    achoey sang khilaf’s last blog post..Pudarnya Kopdar, Buyarnya Tegar

  26. regsa on April 28th, 2008 12:57 pm

    di tempat saya( batam ) soal Ujian untuk bidang study matematika telah bocor. Kok bisa terjadi ya, seberapa ketat ya pengawasannya ?

    regsa’s last blog post..Tanpa Judul

  27. grandchief on April 28th, 2008 7:57 pm

    Doain lulus pak ya

    grandchief’s last blog post..Menjelajah Dunia Game

  28. Suwahadi on April 28th, 2008 9:42 pm

    Jadi inget masa dulu waktu UAN SMA. Ada aturan jelas bahwa dilarang bawa HP kedalam kelas. Nyatanya emang gak ada siswa yang bawa HP kedalam kelas. Namun, justru pengawas yang mencat-mencet HP waktu mengawasi. Udah gitu bunyi tat-tit-tut2. Weleh2 apa bener aturan dibuat untuk dilanggar ?
    Tanya Kenapa ??? :)

  29. isnuansa on April 29th, 2008 4:20 am

    bahasane ki lho: DISTIP, hehe…
    kertasnya ngelupas berarti kualitasnya jelek, harusnya anggarannya nggak seperti itu kan?

    isnuansa’s last blog post..Onlen Lagi

  30. ayaelectro on April 29th, 2008 7:32 am

    wah minggu depan saya UN nih.

    ayaelectro’s last blog post..Apakah Saudara Harus Sama?

  31. khofia on April 29th, 2008 12:26 pm

    miris juga membayangkan bahwa ujian juga merupakan hal yang vital untuk mendidik generasi penerus bangsa. dengan sikap2 apatis dan kurang terhormat tersebut, bukankan itu berarti para pendidik kurang tanggap terhadap masa depan bangsanya?

    khofia’s last blog post..Gelap Mata dan Manajemen Keuangan Saya

  32. peyek on April 29th, 2008 12:51 pm

    kalo pengawas saja melakukan pelanggaran, nggak bisa dibayangkan yang diawasi, mungkin nggak ada sanksi buat pengawas pak! hehehe…

    peyek’s last blog post..Poesponegoro & Sedikit Tentang Gresik

  33. ridu on April 29th, 2008 12:51 pm

    keknya yang namanya pelanggaran di UN itu udah jadi rahasia umum deh.. semua juga udah pada tau, tapi khusus buat pelanggaran2 yg ringan2 aja yah, heheh..

    ridu’s last blog post..It’s Running Now

  34. Okta Sihotang on April 29th, 2008 3:01 pm

    aman kah ?? ;)

    Okta Sihotang’s last blog post..Ternyata cinta itu indah

  35. Bambosi on April 30th, 2008 1:21 am

    Untungnya aku dah lulus, jadi gak capek mikirin ini lagi :)

    Bambosi’s last blog post..Naluri Sombong

  36. adit-nya niez on April 30th, 2008 5:20 pm

    Saya ada cerita ttg sekolah yg membantu siswanya lulus ujian dengan cara memberitahukan jawaban kepada seluruh murid. Huhuhu…

    adit-nya niez’s last blog post..Keyword dan Tante cK

  37. nenyok on Mei 2nd, 2008 12:31 am

    Salam
    Orang itulah mental Indonesia, disiplin mengkeret.

    nenyok’s last blog post..00:17

  38. gempur on Mei 3rd, 2008 12:33 am

    haiyah… mending gak usah UAN pak! banyak praktik kecurangan yng terjadi…

    gempur’s last blog post..Hari Pendidikan dan Refleksi UAN 2008

  39. fuad syamee on Mei 4th, 2008 4:04 am

    jangan-jangan tahun saya nanti UNAS-nya sepuluh jadinya, Pak

    fuad syamee’s last blog post..hidup polisiku?.

  40. Febra on Mei 4th, 2008 12:53 pm

    komen apa yah..hmmmm, salam aja deh cewek yang ada difoto mas edi ituh, hehehe yg dibelakannya sibando merah, mwakakakaaka :D

    Febra’s last blog post..Aloooow?

  41. achoey sang khilaf on Mei 6th, 2008 12:31 pm

    Wah bapak pengajar yang hebat :)

    achoey sang khilaf’s last blog post..Silaturahim ala Blogger

  42. Anas on Mei 7th, 2008 12:01 am

    wah, rasanya sulit merubah kebiasaan. Mengapa? karena UN dijadikan keharusan lulus, daripada kebutuhan. Baik murid, guru, orang tua, kepala sekolah menghalalkan segala cara agar siswanya lulus..

    Anas’s last blog post..Sandi Viginer

  43. emyou on Mei 7th, 2008 2:19 am

    Untung gw uda lulus sekolah ketika standar kelulusan belum seketat sekarang hehehe….

    *ditendang Pak Edi*

    emyou’s last blog post..Gengsi Dong Huahahhahaha?..

  44. anna on Mei 8th, 2008 3:55 am

    Iya tuh para pengawas & peserta,, sama2 ngikut peraturan donk ya… jangan saling melanggar

  45. LucHaz on Mei 13th, 2008 2:36 pm

    Doain Saya Lulus Browwwww…………………!!!!!!!!!!1

  46. niezz on Mei 16th, 2008 10:53 pm

    sebaiknya uan tetap diadakan tapi bukan menjadi standar penentu kelulusan…apakah ahlak dan perilaku siswa selama menimba ilmu 3 tahun di sekolah tidak diprioritaskan…???
    pantas saja banyak oknum2 yang otaknya encer tapi bejat dan berhati penjahat….!!!!!!!tuh buktinya banyak korupsi…
    tu kan yang ngelakuin orang2 pinter mas..bukan tukang sayur ato tukang bakso….!!!!!!!!

  47. sagung on Juni 2nd, 2008 10:07 am

    Albert Einstein pernah berkata pada saya :cool:
    Kalau praktek tidak sama dengan teori, maka paksakanlah prakteknya

    Berarti, yang membuat pelaksanaan UNAS melenceng harus disingkirkan. Hwahahahaha :cool:

    *saya ndak se-ekstrimis itu :D *

    sagung’s last blog post..Sandra Dewi Menolak Kenaikan BBM

  48. Rensee on Agustus 15th, 2008 8:07 am

    Setuju BroWw….

  49. Aby on Agustus 15th, 2008 8:08 am

    Yup harus disingkirkan tuh orang
    http://lowongan-kerjamu.blogspot.com

  50. YuKi on Desember 18th, 2008 7:42 pm

    sakarepmu wezzz

Leave a Reply