Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Bayi Perempuan Penerang Keluarga

Genap 36 hari sudah usia Zifa, panggilan akrab Nadzifa Zahra Dian Taftantri. Bayi perempuan mungil yang baru saja lahir dari rahim ibunya, Kamis, 19 Januari 2012 ini sudah mulai banyak tingkah. Kalau tidur di kasur posisinya sudah mulai miring-miring. Tak jarang malah melorot ke bawah seperti layaknya bayi yang sudah agak besar.

Dia pun nampaknya sudah mulai bisa merasakan lembutnya timangan ibunya. Ketika sedang terbangun, dia tidak mau diletakkan di atas kasur apalagi di atas keretanya. Tingkahnya sudah macam-macam jika berada di tempat itu, mulai dari merengek, menangis dan sebagainya. Namun begitu diangkat dan ditaruh dalam dekapan ibunya, rengekan yang tadi kerap muncul seakan terbungkam dengan sendirinya.

Pemberian nama untuk bayi ini sebenarnya hasil dari kerjasama antara saya, istri dan akung (kakeknya), Β yang kemudian saya rangkaikan menjadi satu kesatuan agar nama itu menjadi enak dibaca. Β Artinya pun sudah pasti ada.

Keterangan foto:
1. Zifa sedang tersenyum
2. Zifa sedang menguap *ngantuk kaliii*
3. Zifa sedang menangis

Nadzifa Zahra Dian Taftantri
Nadzifa diambil dari Bahasa Arab yang artinya bersih. Dengan harapan bayi mungil ini kelak tidak hanya memiliki badan yang bersih, tetapi memiliki hati yang bersih pula, terhindar dari sikap-sikap iri, dengki, sombong, tamak, loba, dan seterusnya.

Zahra juga berasal dari Bahasa Arab, artinya bunga mawar. Zahra juga mempunyai arti cemerlang atau bersinar/berseri. Nama Zahra juga diberikan oleh Rasulullah SAW kepada puterinya Fatimah az-Zahra karena puteri tersebut selalu memancarkan cahaya bagai matahari sebanyak tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan malam.

Dian Taftantri pada awalnya bernama Fina Taftantri, yaitu nama salah satu bidadari yang paling cantik di surga. Berhubung akung (kakeknya) menitipkan nama Dian yang artinya penerang/pelita, akhirnya nama itu menjadi Dian Taftantri.

Begitulah asal-usul nama Nadzifa Zahra Dian Taftantri. Moga kelak setelah dewasa menjadi anak sholehah sesuai dengan harapan orang tuanya. Menjadi seseorang yang memiliki iman, taqwa, berbakti kepada kedua orang tua serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Komentar

22 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.