Apr 28
Facebook
Twitter
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Pelayanan PDAM Surabaya Sangat Jelek

Kategori : Lain-lain | Dibaca : 360 kali

Indonesia adalah negara penghasil beras, tapi kenyataannya beras masih impor. Indonesia sebenarnya kaya dengan minyak, tapi kenyataannya bahan bakar masih impor. Indonesia sebenarnya kaya dengan air, tapi kenyataannya masih banyak penduduk yang kekurangan air bersih? Poin yang terakhir ini yang sekarang sedang terjadi di Surabaya.

Seperti yang saya alami sendiri, pada saat menempati rumah di Perum Graha Kencana Pakal sekitar bulan Desember 2008, pasokan air dari PDAM masih lancar. Jika butuh air sewaktu-waktu tinggal putar kran saja dan air langsung mengalir. Mengisi air ke tandon, bak mandi, genuk semuanya berjalan dengan lancar. Bahkan saat itu saya jarang sekali menggunakan pompa air.

Seiring dengan berputarnya waktu, kini keadaan sudah berubah. Pelayanan PDAM yang dulunya baik kini semakin buruk dari tahun ke tahun.

Yang awalnya lancar kini sering mati. Saya pernah pesan air menggunakan mobil tangki untuk persediaan air selama satu minggu di rumah.  Saya juga pernah mandi menggunakan air isi ulang tatkala persediaan air sudah habis.

Komplain melalui pengaduan gangguan PDAM sudah berkali-kali saya lakukan. Pernah ada petugas PDAM datang ke rumah saya. Setelah ngomong-ngomong, petugas itu menawarkan untuk memberikan suntikan ke pipa besar dengan biaya Rp 475.000,- agar air tetap bisa mengalir walaupun debit air kecil. Saya pun setuju dengan penawaran itu. Akhirnya petugas melakukan penggalian di depan rumah untuk mengerjakan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Rupanya upaya itu membuahkan hasil, beberapa hari lamanya air bisa mengalir walaupun masih perlu disedot menggunakan pompa air. Tapi bagi saya itu tidak menjadi masalah, yang penting kebutuhan air di rumah terpenuhi. Selang beberapa bulan kemudian PDAM kambuh lagi. Kali ini malah lebih parah dari sebelumnya karena di sedot menggunakan pompa air pun, airnya tidak bisa keluar. Hingga tulisan ini terbit gara-gara sudah semakin jengkel dengan layanan PDAM yang semakin jelek.

Ironis memang. Perusahaan besar skala nasional memiliki layanan yang jelek terhadap pelanggannya. Kalau tidak segera berbenah, bisa saja akan berakibat fatal terhadap PDAM.. PDAM akan tergeser, akan bangkrut, perusahaannya akan tutup dan karyawannya akan menjadi pengangguran. Apakah itu mungkin? Jawabnya, sangat mungkin.

Saat ini PDAM sudah tergeser ke belakang satu langkah dibanding PDAM jaman dulu. Coba saja kita berkaca dari tahun-tahun lampau saat berdirinya PDAM. Sesuai dengan namanya PDAM kan Perusahaan Daerah Air Minum. Tapi jaman sekarang ada atau tidak orang yang menggunakan PDAM sebagai air minum? Sudah tidak ada. PDAM sekarang menjadi perusahaan daerah air mandi. Posisi PDAM sebagai perusahaan yang memasok air bersih sebagai air minum sudah tergantikan oleh air mineral dan air isi ulang. Kenapa bisa begitu? Karena saat ini air PDAM sudah tidak layak untuk diminum dan masyarakat sudah mulai cerdas menentukan pilihan yang lebih baik lagi.

Komplain ke PDAM sudah beberapa kali dilakukan. Bahkan ada warga yang mengumpulkan tanda tangan untuk komplain PDAM tetapi hasilnya sia-sia. Seakan PDAM sudah tidak peduli lagi dengan pelayanannya yang jelek.


Tentang Penulis :

Edi Psw

Seorang blogger biasa yang selalu memiliki rasa ingin tahu, suka berbagi, selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, bagi dirinya maupun bagi orang lain. Profil selengkapnya »

Jadikan teman di sini :

Bagikan:

Jika suka dengan artikel ini, silakan di-share:

Facebook Twitter Stumbleupon Technorati Delicious

Berlangganan:

Jika ingin mendapatkan update artikel terbaru, masukkan alamat email Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

1 komentar pada “Pelayanan PDAM Surabaya Sangat Jelek”.

  1. abogobofa
    #1

    hahaha.. mudah mudahan artikel ini dilihat ama si PDAM

Form Komentar :

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>