Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tidak terasa bulan ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan yang datangnya selalu ditunggu-tunggu umat muslim ini sudah datang. Kesempatan baik bagi kita sebagai umat islam untuk meningkatkan ibadah kita di bulan suci ini. Ibadah kita akan dilipatgandakan oleh Allah S.W.T berlipat-lipat kalau kita ikhlas dalam menjalaninya. Namun kalau kita tidak menjalaninya dengan sungguh-sungguh, hanya haus dan lapar saja yang akan kita dapatkan. Dan itu termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Dalam menyambut datangnya bulan ramadhan ini saya tidak mempunyai persiapan-persiapan khusus. Saya lakukan seperti bulan ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Pada hari Selasa kemarin, setelah mengetahui pengumuman dari pemerintah yang menetapkan bahwa datangnya bulan Ramadhan tahun ini adalah pada hari Rabu tanggal 13 September 2007, saya dan keluarga mulai melakukan persiapan-persiapan. Istri saya sibuk memasak untuk membuat tumpengan. Para tetangga sebelah rumahpun juga melakukan persiapan yang sama. Masjid di kampung saya dibersihkan. Disiapkan untuk acara tumpengan dan sholat tarawih pada malam harinya. Semua penduduk sibuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Sudah merupakan tradisi di kampung saya, hampir setiap hari selama bulan ramadhan tidak pernah sepi. Setiap malam banyak anak-anak berkeliaran, bermain-main dengan teman sebaya sampai larut. Lelah dan mengantuk sudah tidak dirasakan lagi. Bagi mereka sebagai anak-anak, kegembiraan merupakan segala-galanya. Tidak hanya malam hari, pagi harinya setelah makan sahur pun permainan dilanjutkan lagi. Maklum, anak-anak. Apalagi sekolah mereka diliburkan selama 3 hari untuk menyambut datangnya bulan puasa ini. Nyaris tidak ada kegiatan lagi selain bermain-main. Tapi untungnya, ramadhan tahun ini jauh lebih tertib ketimbang ramadhan tahun lalu yang masih diwarnai oleh bunyi petasan.

Bagi saya sendiri, ramadhan tahun ini sepertinya tidak seberat tahun lalu. Panasnya udara Surabaya masih tidak sepanas tahun lalu. Dan untungnya sampai hari ke-12 ini puasa saya belum bolong. Saya berharap ini bisa bertahan sampai dengan hari terakhir puasa.

Komentar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.