Feb 02
Facebook
Twitter
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Apakah Tujuan Pendidikan?

Kategori : Outbound | Dibaca : 79,269 kali

Pernahkan membaca tulisan STR tentang “Guru yang baik adalah guru yang menggaji muridnya : Kuantitas lawan Kualitas” di sini? Pernahkan membaca tulisan Siwi tentang “Sekolah gratis? Emang ada?” di sini?  Dan tentang keberhasilan seorang dosen yang sudah menerapkan tentang pendidikan gratis? Saya merasa terkesan dengan tulisan-tulisan yang merupakan jalan pemikiran mereka. Dan apa yang tertulis di sana, membuat saya menulis di sini.

Kalau kita berbicara tentang pendidikan, tentunya tidak akan terlepas dari masalah apa sih sebenarnya tujuan pendidikan itu. Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika sudah mempunyai tujuan-tujuan yang jelas dan ditempuh dengan tindakan-tindakan yang jelas pula. Di Indonesia sendiri, dari masalah pendidikan ini akhirnya muncul polemik-polemik yang harus segera dipecahkan. Kalau boleh bicara jujur, sebenarnya pendidikan di Indonesia ini masih dapat dikatakan belum berhasil. Terbukti dengan semakin tingginya angka pengangguran di setiap tahunnya.

Tidak terlepas dari masalah pendidikan, saya teringat ketika saya masih menjadi dosen di salah satu Politeknik Komputer swasta yang terletak di wilayah timur Surabaya sekitar 6 tahun silam. Guna meningkatkan SDM, seluruh dosen dan karyawan termasuk saya mendapatkan pelatihan dalam outbound training yang diberikan oleh pimpinan perusahaan bernama Bapak Ir. Rachmat Ardji Wardana. Dari sinilah akhirnya saya mengenal teori tentang konsep siap pakai.

Kembali ke masalah tujuan pendidikan, dari outbound training tersebut dijelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mendidik peserta didik menjadi tenaga yang siap pakai. Kemudian muncul pertanyaan. Apa sih siap pakai itu? Siap pakai adalah suatu tahapan pencapaian pengertian, kemampuan dan kemauan yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat  di skema siap pakai seperti di bawah ini :

skema-siap-pakai.jpg

Siap Pakai meliputi siap pakai ketrampilan dan siap pakai mental. Siap pakai ketrampilan menentukan 15% dalam keberhasilan kita, sedangkan siap pakai mental menentukan 85% dalam keberhasilan kita. Pendidikan di negara kita hanya mengajarkan siap pakai ketrampilan dan tidak mengajarkan siap pakai mental sehingga tingkat siap pakainya diragukan. Sedangkan kurikulum pendidikan di Indonesia sendiri masih menerapkan warisan leluhur dari peninggalan Belanda yang kebanyakan hanya teori-teori saja

Karena pembahasan ini masih luas, rencanya akan saya tulis di postingan lain secara terpisah. Selain itu pembahasan akan saya tulis per pokok bahasan agar materi tetap pada fokusnya dan tidak melenceng.


Tentang Penulis :

Edi Psw

Seorang blogger biasa yang selalu memiliki rasa ingin tahu, suka berbagi, selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, bagi dirinya maupun bagi orang lain. Profil selengkapnya »

Jadikan teman di sini :

Bagikan:

Jika suka dengan artikel ini, silakan di-share:

Facebook Twitter Stumbleupon Technorati Delicious

Berlangganan:

Jika ingin mendapatkan update artikel terbaru, masukkan alamat email Anda di sini:

Delivered by FeedBurner

2 Trackbacks/Pings

28 komentar pada “Apakah Tujuan Pendidikan?”.

  1. sawali tuhusetya
    #1

    wah, konsep siap pakai itu kalau ndak salah dulu sangat gencar digembar-gemborkan oleh Wardiman Joyonegoro, mantan mendikbud, lewat konsepnya link and match. cuman kalau tujuan pendidikan hanya sebatas menyiapkan siap pakai, wah, makin runyam pendidikan di negeri ini. ini menurut pemahaman awam saya loh, pak. saya prihatin ketika di TV dulu ada iklan yang menganjurkan anak2 lulusan smp utk pilih saja di sekolah kejuruan. ada baiknya juga sih. tapi nilai-nilai keilmuan, moral, dan kemanusiaan bakal terdeuksi oleh tujuan pendidikan jangka pendek semsacam itu. akhirnya, pendidikan kita hanya sebtas mencetak tukang yang siap pakai dan siap kerja tanpa menjadi seorang enterpreneur sejati.

    sawali tuhusetya’s last blog post..“Perang Sastra” Terus Berlanjut?

  2. STR
    #2

    Pak, siap pakai di sini artinya apa? Siap dipakai bos? Siap dipakai diri sendiri?

    STR’s last blog post..Catatan Hari Ini: Tumpang Tindih Pembangunan

  3. dodot
    #3

    jadi seperti perkuliahan anak s1 pendidikan.

    justru saya mengatakannya relatif, pasalanya kebanyakan guru atau dosen justru ada yang mencari kesempatan, banyak juga orang dari luar negeri yang mengetahui hal ini, memalukan sekali kalau pada pahlawan tanpa tanda jasa ini melakukan hal yang tidak-tidak

  4. devari
    #4

    secara universal, tujuan pendidikan tidak bisa berbanding lurus dengan jumlah pengangguran :)
    walaupun memang mungkin 90% pendidikan selalu berkaitan erat dengan dunia kerja. mslh pendidikan di Indo ini kompleks, menyangkut sistem.

    devari’s last blog post..Ngeblog, Idealist atau Realist?

  5. kktian
    #5

    sebenarnya, tujuan pendidikan di indonesia itu sudah bagus, cuman dari pihak individu aja yang belum bisa menerapkannya!!
    contohnya saja! kalau ada pertanyaan tentang tujuan sekolah pada individu masing-masing!.. pasti kebanyakan jawabanya adalah untuk mendapatkan ijazah!..
    bukan begitu pak!!

    kktian’s last blog post..maenan baru

  6. Ina
    #6

    Pendidikan baik formal atapun non formal bertujuan utk membuka wawasan dlm segala bidang. Cuma terkadang masih banyak juga yang “menutup mata” . *sok bijak*

    Ina’s last blog post..Berbagi Kasih Berbagi Buku

  7. gempur
    #7

    Sik, Pak edi, ini juga bagus artikelnya.. bisa diluncurkan untuk digagas bersama, ditulis bersama.. siapa tau memberi kontribusi yang lebih baik untuk dunia pendidikan kita..

    gempur’s last blog post..Saatnya Memiliki Industri Nasional

  8. Edi Psw
    #8

    » Sawali :
    Pemahaman tentang siap pakai memang beda-beda, Pak. Di beberapa lembaga pendidikan banyak yang mencanangkan tentang lulusan yang siap pakai ini. Tapi saya nggak tahu apa siap pakai itu menurut mereka.

    » STR :
    Siap pakai di sini adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kemauan yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang diamanahkan. Ruang lingkupnya sangat luas, Mas.

    » Dodot :
    Guru atau Dosen yang mencari kesempatan ini yang nggak bener, Mas.

    » Devari :
    Banyak sekali faktor yang mempengaruhi pengangguran, Mas. Tidak hanya dari pendidikan saja. Mungkin faktor pendidikan hanya sebagian kecil saja.

    » kktian :
    Hehehe… bener sampeyan mas.
    Banyak orang menempuh pendidikan hanya untuk mendapatkan ijasah saja. Kalau sudah begitu, gimana tentang keilmuannya?

    » Ina :
    Iya benar, Mbak. Semua pendidikan itu bertujuan untuk membuka wawasan dalam suatu bidang.

    » Gempur :
    Semoga dari tulisan ini bisa digagas pendidikan yang berkualitas ya, Mas?

    Edi Psw’s last blog post..Apakah Tujuan Pendidikan?

  9. kktian
    #9

    oh ya, tapi banyak juga yang memahami tentang keilmuannya! tapi waktu di lapangan (tempat kerja), ilmu yang ditekuninya gakdi butuhkan sama sekali!… misale, lulus kuliah jurusan teknik, tapi pas kerja malah di dunia marketing. kasus teman saya, lulus teknik mesin tapi kerjanya di marketing bank (perkreditan) padahal saya tau dia pinter sekali dibidang teknik mesinnya!…

    kktian’s last blog post..maenan baru

  10. det
    #10

    tujuan pendidikan adalah utk meningkatkan kualitas intelektualitas dan moral. Tidak boleh berat sebelah. Harus seimbang. Kegagalan dalam hal keseimbangan porsi ini akan memunculkan masalah baru dlm berbagai ranah kehidupan. Intelektual tinggi moral rendah membuat orang merasa paling hebat sampai meremehkan hukum tuhan dan mengingkari agama. Peran orang tua tidak bisa diremehkan dlm pembentukan moral. Tidak bisa sepenuhnya menyerahkan anak ke pihak sekolah

    det’s last blog post..Blog dan Citizen Journalism

  11. eNPe
    #11

    pendidikan diIndonesia harus fokus, tujuannya mau dibawa kemana? jadi biar jelas, gak sok2an semua hal mau dicapai :-D

    eNPe’s last blog post..Dapat Ilmu Menulis Setelah Membaca Ganti Hati

  12. devari
    #12

    @ediPSW, sempitnya lapangan kerja juga ya :)

    devari’s last blog post..Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli

  13. Edi Psw
    #13

    » kktian :
    Bekerja itu tidak harus sesuai dengan disiplin ilmu yang ditempuh di pendidikan. Idealnya memang harus sama. Tapi kalau di bidang lain ada peluang dan bisa dikerjakan, kenapa tidak. Pada saatnya lingkungan akan menempa kita dalam bidang itu.

    » Det :
    Benar sekali, Mas. Orang tua memiliki peran yang sangat penting di dalam pendidikan anak-anaknya. Akan dibawa ke mana arah anak-anaknya ditentukan oleh orang tuanya. Untuk itulah orang tua sejak dini harus mengetahui kira-kira dimana letaknya minat dan bakan anak-anaknya.

    » eNPe :
    Tujuan memang harus ditentukan pertama kali sebelum melakukan sesuatu. Sesuatu yang kita kerjakan akan tercapai jika mempunyai tujuan jelas.

    » Devari :
    Sebenarnya lapangan kerja banyak. Hanya saja kita kalah bersaing. Posisi-posisi vital di perusahaan besar banyak yang dipegang oleh orang asing. Sehingga kita merasakan seakan-akan lapangan kerja sempit.

    » Ia mendol :
    Itu hanyalah kerjaan oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan pribadi.

  14. Redi Yuniansuro
    #14

    betul sekali tuh , patutnya pertanyaan itu dilempar pada guru or dosen. bukan menggratiskan sekolah or kuliah tapi mampukah guru – guru or dosen -dosen kita ini mencetak SDM yang siap pakai dalam segala sisi n segi. Apalah artinya gratis kalau output lulusannya malah amburadul. sekolah bayar aja masih begini ? tul kan……!

    Redi Yuniansuro’s last blog post..MAU IKUTAN SURVEY ?

  15. FraterTelo
    #15

    Mungkin wacana duduk bersama institusi pendidikan dan pemerintah bareng dunia korporasi dan bisnis jadi salah satu solusi. Dengan duduk bersama, dunia pendidikan dapat lebih “pragmatis” mensupply produk yang siap pake di dunia bisnis.

    FraterTelo’s last blog post..Hal Rejeki dan Pekerjaan

  16. Juliach
    #16

    Aku pernah kasih komentar kemana ya Mas?

    Menurutku, sudah banyak orang Indonesia yang berpotensi, namun sayang perusahaan-perusahaan gede yg pemiliknya orang Indonesia sendiri justru menganggap lebih bergensi jika pentolan-pentolan perusahaan itu orang asing.

    Juliach’s last blog post..Mari Belajar Bahasa Perancis

  17. Edi Psw
    #17

    » Anno :
    Saya yakin bahwa setiap sekolah pasti sudah punya visi dan misi. Tapi entahlah, kenapa tujuan yang diharapkan masih belum juga tercapai.

    » Redi Yuniansuro :
    Berarti SDM-nya harus lebih ditingkatkan?

    » FraterTelo :
    Duduk bersama antara institusi pendidikan dengan dunia korporasi sebenarnya dulu sudah pernah diterapkan terutama sekolah SMK. Tapi hasilnya ya masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

    » Juliach :
    Memang tidak semuanya orang indonesia itu lebih rendah kemampuannya daripada orang asing. Tapi kebanyakan memang begitu, Mbak.

  18. utchanovsky
    #18

    Parahnya lagi, UN mereduksi konsep belajar.
    Orang jadi belajar buat ujian, bukan buat belajar.

    Standar seperti apa? Arah kurikulum juga kacau. Tiap orang dituntut untuk menjadi ahli, bukan praktisi. AKhirnya di lapangan gak dipake.

    utchanovsky’s last blog post..Sony VAIO (3)

    » Edi Psw menanggapi :
    Setuju! Anak-anak sekolah sekarang ini tujuannya bukan untuk menuntut ilmu, tapi mencari ijasah.
    Kurikulum yang dipakai sekarang pun masih perlu diadakan perbaikan-perbaikan lagi yang sesuai dengan dunia kerja.
  19. utchanovsky
    #19

    Saya jadi ngerasa agak percuma belajar sin-cosinus-tgn, interval-momentum, dsb sewaktu SD-SMP-SMA dulu. Maksud saya jadi ahli itu di sini Mas. Otak kita dipaksa dipenuhi oleh sesuatu yang gak kepake di kemudian hari. Bener2 sayang banget.

    Kenapa kita semua gak diarahkan pada sesuatu yang aplikatif praktis.

    utchanovsky’s last blog post..PCLinuxOS Gnome 2008

  20. H.Gunthur salahudin
    #20

    Tujuan pendidikan adalah mencetak SDM dengan kuaitas Leader, Profesional dan Entreprenuer yang mampu mengolah kekayaan alamnya agar tidak dijual mentah mentah, diselundupkan dan diobrak abrik sendiri hanya untuk beli mobil dan rumah pribadi. Kami PUSDIKLAT LITBANG INDONESIA, sedang memberi pelatihan pada para guru Sekolah Dasar Menengah cara revolusioner untuk mendidik siswanya menjadi leader, profesional dan wirausaha dengan 22 Skill untuk produk industri konstruksi, mekanik , elektronik dan produk kerajinan. Silahkan pelajari di http://www.umkm-online.com

  21. satanos
    #21

    Pendidikan di Indonesia sangat erat kaitannya dengan budaya bangsa. Bahkan budaya adalah pendidikan yang paling utama, dan paling mudah berkembang di masyarakat Indonesia. Memajukan pendidikan sama halnya merubah budaya masyarakat. Ada sebuah sindiran. Kenapa Bangsa kita dipenuhi manusia-manusia koruptor? karena dari kecil kita sudah sering diajari melalui dongeng dengan judul “Kancil mencuri ketimun” Budaya dan penanaman didikan yang keliru.

  22. Informasi Lowongan
    #22

    Tulisan yang menarik…Blog yang menarik. Salam kenal yah!

  23. jevry
    #23

    memang setiap manusia harus mempunyai tujuan pendidikan..dan klo bsa pemarintah indonesia wajibkan itu.dan memperhatikan nya

  24. bolehngeblog
    #24

    wah ternyata pak sawali berkomentar juga disini, saya jadi bingung mau komen apa..

    btw, pendidikan menurut saya sedang mengalami masa tidak jelas, disatu sisi pendidikan dituntut untuk mencerdaskan kehidupan bangsa saja, tapi di satu sisi lain pendidikan juga diharapkan mempersiapkan agar siswa siap kerja atau siap berwirausaha

    bolehngeblog

  25. Rickal
    #25

    Gimana Mau maju generasi muda Indonesia kalau UN nya saja diberi contekkan oleh gurunya,.

  26. harun
    #26

    bgimna pendidikn mau maju ,lw para aparat ye kyk gtk

  27. Silvia
    #27

    kapan pendidikan di Negara kita bisa sebanding dengan negara2 maju ya….????

  28. Alfian
    #28

    bicara pendidikan di Indonesia jika dikaji dari beberapa perkembangan kebijakan, peraturan sebenarnya kesalahan terbesar pendidikan Indonesia adalah kesalahan pada sistem, banyak pemuda Indonesia yang empu menjuarai ajang perlombaan internasional tetapi berangkat dari kemampuan pribadi, sementara sistemnya tergolong terendah dibanding negara-negara lain. hal paling parah adalah adanya kebijakan ujian nasional, coba saja pikir yang dalam sembari kembalikan pada tujuan pendidikan ala UUD 1945 atau UU sisdiknas pasti gak mach alias ora gathuk.

Form Komentar :

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>