Download! Download Smart Rapor Entry versi terbaru

Air Zam-Zam di Bukit Panjalu

Telaga PanjaluPernahkah Anda meminum air zam-zam? Para jamaah haji yang telah selesai menunaikan ibadah haji biasanya membawa oleh-oleh ini untuk dibawa pulang ke tanah air. Air zam-zam diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, bisa menghilangkan dahaga serta bisa mengenyangkan perut. Air zam-zam tidak akan pernah habis walaupun diambil berjuta-juta manusia, tidak akan kering walaupun dipompa untuk diambil airnya.
Di bukit Panjalu yang terletak di Desa/Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, terdapat telaga yang diyakini mengandung air zam-zam. Lokasi ini biasanya menjadi salah satu target para peziarah yang ingin datang ke makam Raja Panjalu.

Menurut legenda, konon kerajaan Panjalu ini dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana bernama Prabu Cakradewa. Beliau memiliki beberapa anak, salah satunya bernama Prabu Borosngora. Prabu Cakradewa sangat sabar dalam mendidik anak-anaknya hingga menginjak dewasa. Setelah dirasa cukup, Prabu Cakradewa memerintahkan anak-anaknya mengembara untuk menuntut ilmu di tempat lain.

Maka, berangkatlah anak-anaknya untuk mengembara, termasuk juga Prabu Borosngora. Bertahun-tahun dia mengembara hingga akhirnya sampailah di Mekkah. Sampai di sana dia bertemu dengan seseorang yang berjubah putih. Prabu Borosngora sempat beberapa saat bertarung untuk mengadu kesaktian dengan lelaki tua itu. Tapi sayangnya, Prabu Borosngora takluk dihadapan lelaki yang akhirnya diketahui bernama Sayyidina Ali.

Sejak saat itu, Prabu Borosngora memeluk agama islam dan berguru kepada Sayyidina Ali hingga bertahun-tahun lamanya. Dia boleh pulang ke tanah air dengan satu syarat harus bisa membawa air zam-zam menggunakan β€œmata era”. Pada awalnya gagal, tetapi karena kesabarannya dalam menuntut ilmu, akhirnya Prabu Borosngora berhasil membawa air zam-zam menggunakan keranjang yang biasanya digunakan untuk mencari rumput itu.

Dengan kesaktiannya, tibalah dia di atas bumi Panjalu dalam waktu yang singkat. Air zam-zam dituangkan di atas bumi Panjalu hingga terbentuklah sebuah telaga. Selanjutnya keranjang yang tadinya digunakan untuk membawa air zam-zam itu dibawa ke puncak bukit Panjalu. Saat dibawa, ada sisa-sisa air dari keranjang yang menetes sehingga terbentuklah sumber air di puncak bukit itu.

Begitulah legenda tentang kerajaan Panjalu. Telaga yang berasal dari air zam-zam itu dinamakan Situ Lengkong, kini menjadi salah satu obyek wisata di Jawa Barat yang sejuk dan indah. Air dalam telaga itu diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti halnya air zam-zam. Di tengah telaga terdapat pulau kecil seluas kurang lebih 16 hektar yang ditumbuhi pohon-pohon rindang. Di sini Raja Panjalu dimakamkan.

Komentar

78 Comments