Air Zam-Zam di Bukit Panjalu

Februari 16, 2009 · Posted in Wisata 

Telaga PanjaluPernahkah Anda meminum air zam-zam? Para jamaah haji yang telah selesai menunaikan ibadah haji biasanya membawa oleh-oleh ini untuk dibawa pulang ke tanah air. Air zam-zam diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, bisa menghilangkan dahaga serta bisa mengenyangkan perut. Air zam-zam tidak akan pernah habis walaupun diambil berjuta-juta manusia, tidak akan kering walaupun dipompa untuk diambil airnya.
Di bukit Panjalu yang terletak di Desa/Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, terdapat telaga yang diyakini mengandung air zam-zam. Lokasi ini biasanya menjadi salah satu target para peziarah yang ingin datang ke makam Raja Panjalu.

Menurut legenda, konon kerajaan Panjalu ini dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana bernama Prabu Cakradewa. Beliau memiliki beberapa anak, salah satunya bernama Prabu Borosngora. Prabu Cakradewa sangat sabar dalam mendidik anak-anaknya hingga menginjak dewasa. Setelah dirasa cukup, Prabu Cakradewa memerintahkan anak-anaknya mengembara untuk menuntut ilmu di tempat lain.

Maka, berangkatlah anak-anaknya untuk mengembara, termasuk juga Prabu Borosngora. Bertahun-tahun dia mengembara hingga akhirnya sampailah di Mekkah. Sampai di sana dia bertemu dengan seseorang yang berjubah putih. Prabu Borosngora sempat beberapa saat bertarung untuk mengadu kesaktian dengan lelaki tua itu. Tapi sayangnya, Prabu Borosngora takluk dihadapan lelaki yang akhirnya diketahui bernama Sayyidina Ali.

Sejak saat itu, Prabu Borosngora memeluk agama islam dan berguru kepada Sayyidina Ali hingga bertahun-tahun lamanya. Dia boleh pulang ke tanah air dengan satu syarat harus bisa membawa air zam-zam menggunakan “mata era”. Pada awalnya gagal, tetapi karena kesabarannya dalam menuntut ilmu, akhirnya Prabu Borosngora berhasil membawa air zam-zam menggunakan keranjang yang biasanya digunakan untuk mencari rumput itu.

Dengan kesaktiannya, tibalah dia di atas bumi Panjalu dalam waktu yang singkat. Air zam-zam dituangkan di atas bumi Panjalu hingga terbentuklah sebuah telaga. Selanjutnya keranjang yang tadinya digunakan untuk membawa air zam-zam itu dibawa ke puncak bukit Panjalu. Saat dibawa, ada sisa-sisa air dari keranjang yang menetes sehingga terbentuklah sumber air di puncak bukit itu.

Begitulah legenda tentang kerajaan Panjalu. Telaga yang berasal dari air zam-zam itu dinamakan Situ Lengkong, kini menjadi salah satu obyek wisata di Jawa Barat yang sejuk dan indah. Air dalam telaga itu diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti halnya air zam-zam. Di tengah telaga terdapat pulau kecil seluas kurang lebih 16 hektar yang ditumbuhi pohon-pohon rindang. Di sini Raja Panjalu dimakamkan.

Comments

78 Responses to “Air Zam-Zam di Bukit Panjalu”

  1. anas on Februari 16th, 2009 7:35 am

    lama ya bang kita gak bercengkerama di blog.
    kayaknya seger bgt bertualang disana ya bang…

  2. edy on Februari 16th, 2009 9:14 am

    wah saya malah baru tau ada tempat itu :D
    bisa jadi tujan turing nih

  3. Raffaell on Februari 16th, 2009 12:47 pm

    Waaa, ngetik panjang2 komen nya ilang

  4. wi3nd on Februari 16th, 2009 1:13 pm

    uummmm..menarik..
    klu pas kearah sanah dicuba mampir..:)

  5. Frenavit Putra on Februari 16th, 2009 1:50 pm

    Wah kayaknya kapan-kapan bisa nyoba kesana nech pak.. hehehe…. Matur suwun pak atas Infonya….

  6. thimbu on Februari 16th, 2009 2:13 pm

    sekali perlu juga mampir ke ciamis, nih…makasih atas infonya

  7. linda on Februari 16th, 2009 2:47 pm

    pak, mata era itu apa?

  8. Wempi on Februari 16th, 2009 3:54 pm

    Lebih afdol lagi kalo dicelupin dulu pake batunya mbah ponari supaya pada rame ngambil tuh air zam-zam. :D

  9. Juliach on Februari 16th, 2009 4:21 pm

    Tempatnya sejuk buat ngadem dari persoalan sehari-hari.

  10. achmad sholeh on Februari 16th, 2009 5:41 pm

    wah rasanya nggak perlu jauh2 ke mekah mas

  11. enggink on Februari 16th, 2009 5:44 pm

    klo mampir ksana saya mau bawa jirigen 50 liter buat oleh2

  12. kucingkeren on Februari 16th, 2009 7:01 pm

    sekarang masih ada itu mata airnya? kalau msh, jangan sampai lingkungannya mencemari. jangan sampai juga investor tau, bakal jadi pabrik air nantinya… halahh…

  13. harianku on Februari 16th, 2009 9:22 pm

    kalo saya keseringan minum tehbotol mas :D

  14. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 on Februari 16th, 2009 10:30 pm

    wah di ciamis ya deket
    jadi pengen tau

  15. phiy on Februari 16th, 2009 11:05 pm

    wuow…legenda aja apa beneran inih? :roll:

  16. zoel on Februari 17th, 2009 12:43 am

    kok komen saya yang pertama g’ nampil yia

  17. Sariyatno on Februari 17th, 2009 5:33 am

    wah, makasih info nya ya, mas!
    bisa jadi tempat wisata baru nih. untuk ngisi liburan.
    salam kenal, dari saya!

  18. det on Februari 17th, 2009 7:05 am

    wah orang jaman dulu memang pandai mengarang cerita ya om edi. apakah itu bener terjadi?

    masalah kandungan zam-zam, kayaknya perlu diuji secara klinis :mrgreen:

  19. thevemo™ on Februari 17th, 2009 10:41 am

    Dongeng kan mas…
    Tapi tempatnya bagus kelihatannya

  20. Yari NK on Februari 17th, 2009 10:41 am

    Mirip air zam-zam atau tidak ya harus diteliti dulu kandungan mineralnya hehehe…..

    Yang jelas apakah air telaga tersebut mirip air zam-zam atau tidak yang penting adalah tempat tersebut memang sangat indah dan cocok menjadi obyek pariwisata…. :)

  21. Yuyun on Februari 17th, 2009 2:24 pm

    mm.. saya juga baru tau tempat ini Pak Edy.. :)

    bagus sekali..

  22. annosmile on Februari 17th, 2009 5:36 pm

    kok banyak sumber mata air yang mengaku air zamzam ya
    apakah kandungan mineralnya hampir sama dengan air zamzam

  23. INDAH REPHI on Februari 17th, 2009 6:09 pm

    air zamzam kan adanya cuman di arab mas..maksudku yang menyandang nama itu…*bingung mw ngejelasinnya :mrgreen: *

  24. INDAH REPHI on Februari 17th, 2009 6:10 pm

    tempatnya bagus yaaaa.. pengen kesana :)

  25. nelson on Februari 17th, 2009 7:08 pm

    Sejarah yang indah….

    setetes air zam-zam saja bisa jadi mata air !!

    namun bangsa kini mulai kehilangan air bersih :(

  26. casual cutie on Februari 17th, 2009 7:36 pm

    wah saya baru tau sejarahnya seperti itu…

  27. rita on Februari 17th, 2009 9:17 pm

    Baru tau kalo ada objek wisata telaga di ciamis…
    Btw itu bener kejadian gak yaa? :D

  28. sawali tuhusetya on Februari 17th, 2009 10:02 pm

    wah, sepertinya akan menjadi objek yang menarik, pak, apalagi ada legendanya. dari berbagai legenda yang ada di nusantara ini agaknya belum banyak yang dikemas menjadi wisata budaya yang menarik. semoga pemda setempat berusaha serius utk mengelolanya.

  29. Lala on Februari 18th, 2009 12:53 am

    wah baru denger nih pak… lumayan buat pengetahuan tentang legenda di tanah air :)

  30. azaxs on Februari 18th, 2009 12:55 am

    Wah legenda meanrik pak… saya baru tahu ini.. bisa jadi referensi..

  31. endar on Februari 18th, 2009 6:56 am

    belum pernah kesana saya. fotonya bagus sekali lho pak

  32. Rosyidi on Februari 18th, 2009 8:06 am

    kalo masalah zam-zam sih banyak yg “ngaku-ngaku”.

  33. suwung on Februari 18th, 2009 8:33 am

    weh bisa ada tembusannya ape mesir ya bos?

  34. Masenchipz on Februari 18th, 2009 9:07 am

    baru tau saya soal ini om.. napa dinamain air zam-zam..ntr dikirain nyontek loh… napa gak dinamain mis..mis… kan katanya dari ciamis… hi..hi.. :)

  35. hanif on Februari 18th, 2009 9:20 am

    cerita yang menarik :D baru denger kali ini

  36. Artha on Februari 18th, 2009 9:22 am

    tambah pengetahuan satu nih, enaknya blogwalking ya ini ni nambah pengetahuan. Matur Nuun ngih

  37. septa on Februari 18th, 2009 12:33 pm

    alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..

    silahkan daftarkan url artikel disini

    keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini

    akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..

    IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^

    by. komporizer tim : septa :)

  38. Omiyan on Februari 18th, 2009 1:09 pm

    saya aja yang deket jarang kesana malah kagak pernah hehehe

  39. meylya on Februari 18th, 2009 1:35 pm

    legenda yang menarik

  40. wennyaulia on Februari 18th, 2009 2:03 pm

    keknya tempetnya adem gitu :D

  41. nugraha on Februari 18th, 2009 5:29 pm

    wah, ati2 lho yang kayk gitu bisa jadi syirik. semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan mempersekutukan-Nya. aminn

    oiya, sekalian mw ngajakin kenalan nih mas edi,,

    salam kenal yaaaa…..

  42. namakuananda on Februari 18th, 2009 5:31 pm

    Legenda tuk pewaris budaya :)
    Kerajaan Panjalu masih ada hubungannya dengan kerajaan Pakuan Ya mas?

  43. HeLL-dA on Februari 18th, 2009 5:34 pm

    Air zam-zam mungkin hanya jadi kosa kata saja bagi saya. Hmm. Kapan ya saya bisa minum air zam-zam?
    :mrgreen:

  44. Agung Stress G Mari2 on Februari 18th, 2009 7:06 pm

    Ahhhhh
    Sebel dua kali bermasalah dalam jalan2 ke rumah bapak
    Oh ya pak, minumannya gitu dijual gak ya?

  45. ayay on Februari 18th, 2009 7:26 pm

    wah aku baru denger nich ceritany, oh ya mas tempatnya mudah dicapai nggak..boleh nich kapan2 kesana

  46. Danta on Februari 18th, 2009 7:32 pm

    wah.. baru tau ini pak.. jadi penasaran nih.. kalo ke jawa barat, kalo saya sempat akan mampir..

  47. ndop on Februari 18th, 2009 8:52 pm

    pak edi kapan-kapan anak-anak TPC diajak ziaroh yuk… aku sudah lama ndak ziaroh..

  48. Norjik on Februari 18th, 2009 8:52 pm

    Baru tau saya pak kl ternyata air Zam-Zam tidak hanya ada di Tanah Suci.

  49. aCist on Februari 18th, 2009 9:08 pm

    Kualitasnya sama kayak di ARAB gag ya..?

  50. Fickry on Februari 18th, 2009 10:07 pm

    wah..kalo ada di indo ngapain jauh2 dan mahal2 ke arab sono..huehehhehehheh…

  51. Ersis Warmansyah Abbas on Februari 19th, 2009 7:22 am

    Wah baru tahu … ntar kalau sempat dicoba deh … kayaknya asyik tu

  52. nelson on Februari 19th, 2009 12:17 pm

    Terakhir ngrasain air zam-zam kapan ya???

  53. pakdejack on Februari 19th, 2009 6:07 pm

    hmm… kira2 beneran gak ya?

  54. achoey on Februari 19th, 2009 7:20 pm

    Jujur, sebagai orang sana malah saya sangat kurang mengenal daerah sendiri.
    Hatur nuhun sobat sudah ngasih informasi ini.

    Wah saya sangat bangga :)

  55. Aribicara on Februari 19th, 2009 9:16 pm

    Kapan au bisa ketempat itu yach :D

    Oia itu cerita legenda itu bisa dijadikan sejarah ga yach ? :) ckckckck ……

    Salam :)

  56. deadyrizky on Februari 19th, 2009 10:26 pm

    ayak-ayak wae

    numpang blogwalkin ya mas!

  57. jiyofine on Februari 20th, 2009 8:58 am

    Kalo mo ambil air zam-zam tak perlu jauh2 ke mekkah donk Pak?hehehe

    Nice post!:)

  58. liecha on Februari 20th, 2009 3:32 pm

    wahh… kayaknya enak bgt yagh disana…

  59. hmcahyo on Februari 20th, 2009 3:48 pm

    wah… kayaknya asyik buat kemping :D

  60. isdiyanto on Februari 20th, 2009 3:54 pm

    kayaknya pemandangannya adem juga tuh..

  61. boyin on Februari 20th, 2009 6:47 pm

    bisa renang gak disana?

  62. bachtiar on Februari 20th, 2009 7:02 pm

    wah jadi bisa main kesana nih , gak usah jauh-jauh ke tanah suci.hehehe

  63. Mufti AM on Februari 20th, 2009 7:40 pm

    Rasanya sama gak ya dengan air zam-zam yang dari Mekkah itu? jadi pengen ngerasain nih…

  64. anggi on Februari 20th, 2009 8:25 pm

    nggak usah jauh2 ke arab mending ke bukit panjalu aja deh… jadi pengen coba..

  65. ilyas asia on Februari 20th, 2009 9:37 pm

    masyaallah..
    subhanallah

    saya tertarik dengan bisnis 1jam hasil 1jam / bulan

  66. aminhers on Februari 20th, 2009 9:55 pm

    Info yang menarik, mudah2an pemda setempat bisa memelihara dan memfasilitasi agar obyek tersebut menjadi tujuan wisata domestik maupun manca negara.

  67. Cengkunek on Februari 20th, 2009 10:36 pm

    tu bukan air zam zam namanya
    tapi air panjalu

  68. orangndut on Februari 20th, 2009 10:55 pm

    Alamatnya dimana tuh Pak? Sapa tahu klo ada waktu bisa ke situ…hehehe

  69. genthokelir on Februari 21st, 2009 12:52 am

    wah wah kang edy ini beberapa postingan selalu menggiurkan untuk berwisata ria hehehe asik bener tuh tempat nya penuturan sampean jian bikin orang kepincut datang hehehe
    mudah mudahan bisa melirik kesana tuh
    salam buat keluarga kang Edy dan semangat untuk sukses
    salam hormat saya

  70. Mr. Handsome on Februari 21st, 2009 1:40 am

    gw tetep percaya sama zam-zam yang asli adanya di arab sono…
    hehe

  71. adit on Februari 21st, 2009 7:24 am

    menarik.. sptnya boleh juga mampir kesana..

  72. sundee on Februari 21st, 2009 10:11 am

    tolong bawakan air zam-zamnya kalau ke sana.

  73. MEL on Februari 21st, 2009 1:00 pm

    hi…..mampir sini yah.liat2 tempat2 buat dikunjungin ntar awal maret liburan hehhehe

  74. Imam Syatibi on Februari 22nd, 2009 8:54 am

    wah… sejarah apa legenda ini… tentang pertemuan sang prabu dengan Sayyid Ali. Tapi pesan moralnya bagus juga, makasih infonya :mrgreen:

  75. Budiono Darsono on Februari 22nd, 2009 5:28 pm

    legenda yang menarik dibaca. namun apa bener itu bisa disamakan dengan air zamzam ya????

  76. estu on Februari 22nd, 2009 6:05 pm

    wah keliatannya enak di sana

    tapi emank rasanya kayak zam zam yah pak???

  77. Suwahadi on Februari 23rd, 2009 5:20 am

    Lama gak mampir kesini.
    Absen, absen… hihihi :D

  78. casual cutie on Februari 23rd, 2009 9:16 am

    selamat pagi Pak Edy. Pak Edy belum update nih.